4 Organ Dalam Sistem Ekskresi Pada Manusia Lengkap Bagian, Fungsi Dan Gambarnya

Sistem ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang sudah tidak diperlukan lagi oleh tubuh, baik berupa zat gas dan zat cair. Zat-zat sisa metabolisme tersebut berupa senyawa-senyawa yang bersifat racun bagi tubuh, seperti urin, getah empedu, keringat dan CO2 yang harus dikeluarkan dari tubuh karena bisa menyebabkan beberapa fungsi organ di dalam tubuh mengalami gangguan. Organ-organ yang berperan dalam sistem ekskresi pada manusia meliputi kulit, ginjal, paru-paru, dan hati.

Pada pembahasan kali ini akan dibahas secara lengkap mengenai 4 Organ dalam Sistem Ekskresi Pada Manusia, yang meliputi bagian-bagian organ dalam sistem eksresi manusia beserta fungsi dan gangguannya. Untuk selengkapnya, mari langsung saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Paru-Paru

Gambar Bagian-Bagian Paru-Paru Lengkap Penjelasan
Gambar Bagian-Bagian Paru-Paru Lengkap Penjelasan

Setiap manusia mempunyai paru-paru yang berjumlah sepasang (2 paru-paru) yaitu paru-paru kiri (sinister) dan  paru-paru kanan (dexter). Paru-paru kiri mempunyai 2 gelambir, sedangkan paru-paru kanan mempunyai 3 gelambir. Paru-paru manusia berada didalam rongga dada serta pada bagian bawahnya menempel dengan diafragma.

Paru-paru pada manusia dilapisi oleh selaput tipis yang disebut pleura dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru mempunyai fungsi utama yaitu sebagai organ pernapasan. Selain itu, paru-paru juga berperan sebagai salah satu organ ekskresi yang berguna untuk mengeluarkan gas CO2 (karbon dioksida) dan H2O (uap air).

Bagian Paru-Paru
  1. Trakea yaitu saluran yang menghubungkan laring dengan bronkus. Trakea memiliki panjang sekitar 5 inci. Trakea terdiri dari lapisan epitel bersilia dan tulang rawan hialin yang bentuknya seperti huruf C. Trakea berfungsi untuk saluran pernapasan. Di dalam sel epitel terdapat silia yang berguna untuk mencegah partikel asing masuk ke dalam saluran pernapasan dengan menangkap dan membawa partikel asing ke faring sehingga bisa masuk ke  dalam sistem pencernaan. 
  2. Bronkus yaitu batang atau saluran yang bercabang yang menghubungkan trakea dengan paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Bronkus tersusun dari lapisan mukosa, tulang rawan, dan otot polos. Lapisan mukosa akan menghasilkan lendir yang berfungsi untuk menangkap partikel asing yang akan masuk ke dalam paru-paru. Tulang rawan merupakan rangka bronkus. Otot polos berfungsi untuk membuat seseorang bisa bernapas dengan otomatis tanpa disadari. 
  3. Bronkiolus yaitu cabang dari bronkus yang berakhir di alveolus. Bronkiolus memiliki rongga yang bersilia, tetapi tidak mempunyai tulang rawan. Pada bagian ujung bronkiolus terdiri atas jaringan epitelium yang berbentuk kubus bersilia. 
  4. Alveolus yaitu tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida secara difusi. Struktur alveolus berbentuk bola-bola kecil yang dilapisi oleh pembuluh kapiler darah. Di dalam alveolus, darah akan mengikat oksigen dari udara dan melepaskan karbon dioksida ke udara. 
  5. Pleura yaitu suatu membran serosa yang halus yang berfungsi untuk membentuk sebuah kantong sebagai tempat paru-paru. Pleura memiliki dua lapisan yaitu viseralis dan perietalis yang berfungsi sebagai pelicin adanya gesekan antara permukaan kedua pleura pada saat bernafas. 
  6. Diafragma adalah otot berserat yang berfungsi sebagai pembatas antara rongga perut dengan rongga dada. Selain itu, diafragma juga berperan dalam proses pernapasan perut. Diafragma tersusun dari otot, saraf frenikus dan pembuluh darah. 

Baca Juga : 6 Bagian Paru-Paru Lengkap Fungsi, Gambar dan Penjelasan

Fungsi Paru-Paru
  1. Sebagai sistem ekskresi manusia yang berperan penting dalam mengeluarkan gas karbon dioksida dan uap air. 
  2. Sebagai alat respirasi.
  3. Memfilter gumpalan darah yang terdapat dalam vena. 
  4. Mengatur pH darah dengan melakukan pengubahan terhadap tekanan karbon dioksida.
  5. Mengubah angiotensin I menjadi angiotensin II oleh enzim angiotensin-converting. 
  6. Mempengaruhi konsentrasi beberapa obat-obatan dan zat biologis yang digunakan dalam pengobatan dalam darah. 
  7. Menyuplai aliran udara untuk membuat suara vokal. 
  8. Sebagai aksi siliaris eskalator yaitu sistem pertahanan yang penting untuk menangkap partikel asing atau debu melalui udara yang dihirup. 
  9. Sebagai reservoir darah dalam tubuh.

Proses Pengeluaran Karbon Dioksida Melalui Paru-Paru
Darah yang terdapat pada alveolus akan mengikat oksigen, kemudian oksigen tersebut dikirim ke seluruh sel-sel jaringan dalam tubuh. Ketika sampai pada sel-sel jaringan tubuh, darah akan mengikat air dan karbon dioksida sebagai zat sisa metabolisme sel untuk dikeluarkan oleh paru-paru dalam bentuk uap air.

Gangguan pada Paru-Paru
  1. Kanker paru-paru, adalah gangguan yang disebabkan oleh kebiasaan merokok yang berlebihan bagi perokok aktif dan kebiasaan menghirup asap rokok bagi perokok pasif, radiasi ionisasi yang  dapat memengaruhi pertukaran gas di paru-paru, serta terlalu banyak menghirup kromium, debu asbes, dan produk petroleum.
  2. Asma (sesak nafas), adalah gangguan yang disebabkan oleh alergi dengan benda-benda asing yang masuk ke dalam hidung.  
  3. Bronchitis, adalah gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada bronkus (cabang batang tenggorokan). 
  4. Emfisema, adalah penyempitan saluran pernafasan karena terjadinya pembengkakan alveolus.
  5. Pleuritis, adalah  gangguan yang disebabkan oleh peradangan pada selaput pembukus paru-paru. 
  6. Pneumonia, adalah  gangguan yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur yang dapat merobek dinding alveolus sehingga terjadi pengurangan pada daerah pertukaran gas.
  7. TBC, adalah gangguan yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium Tuberculosis.

Ginjal

Gambar Bagian-Bagian Ginjal Lengkap Penjelasan
Gambar Bagian-Bagian Ginjal Lengkap Penjelasan

Ginjal adalah salah satu organ dalam sistem ekskresi manusia yang mengeluarkan zat sisa metabolisme berupa urin. Setiap manusia mempunyai sepasang ginjal yang berukuran sebesar biji kacang merah atau sekitar 10 cm yang terletak didalam rongga perut sebelah kiri dan kanan ruas-ruas tulang pinggang.

Bagian-Bagian Ginjal
1. Korteks Renalis (kulit ginjal)
Merupakan bagian terluar dari ginjal yang berfungsi sebagai tempat terjadinya penyaringan darah. Korteks Renalis tersusun dari kapsula bowman dan glomerulus yang biasa disebut dengan badan malpighi. Kapsula bowman merupakan lapisan yang berbentuk seperti cawan serta berdinding ganda yang menyelimuti glomerulus. Glomerulus merupakan sekumpulan cabang-cabang yang halus atau anyaman pembuluh darah kapiler di bagian korteks. Pada korteks renalis terdapat nefron yang berfungsi sebagai unit penyaring terkecil dalam ginjal. Setiap nefron terdiri atas kapsula bowman, glomerulus, saluran berkelok-kelok, saluran pengumpul ginjal, dan ansa henle.

2. Medula (Sumsum ginjal)
Pada bagian tengah ginjal dinamakan medula atau sumsum ginjal. Sumsum ginjal adalah tempat berkumpulnya pembuluh-pembuluh halus dari kapsula bowman yang berfungsi untuk mengalirkan urine ke saluran yang lebih besar serta bermuara di pelvis (rongga ginjal). Pada medula atau sumsum ginjal terjadi proses reabsorbsi dan augmentasi.

3. Pelvis Renalis (Rongga ginjal)
Pelvis renalis atau rongga ginjal merupakan bagian terdalam pada ginjal. Pelvis renalis berfungsi sebagai tempat penampungan urin sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.

Baca Juga : 7 Bagian Nefron Lengkap Fungsi dan Gambar

Fungsi Ginjal
  1. Mengatur serta mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh.
  2. Menyaring atau mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme seperti amonia, urea, asam urat, kreatinin, bakteri, garam anorganik, serta obat-obatan dalam bentuk urin. 
  3. Menjaga keseimbangan kadar asam dan basa dalam darah. 
  4. Mengatur konsentrasi garam dalam tubuh untuk menjaga tekanan osmosis. 
  5. Menjaga keseimbangan konsentrasi darah dengan cara membuang kelebihan air atau disebut juga Osmoregulasi.
  6. Mengendalikan kadar kalium dan volume cairan dalam darah.
  7. Mengendalikan keseimbangan kandungan kimia dalam darah.
  8. Menghasilkan hormon dan zat, seperti hormon eritroprotein, renin dan kalsitriol.
  9. Mengatur kadar gula dalam darah agar tidak melebihi kadar normal.
  10. Menjaga PH darah.

Proses Pembentukan Urin
Pada sistem ekskresi manusia, proses pembentukan urin pada ginjal ada tiga tahapan yaitu filtrasi, reabsorbsi, dan augmentasi.
1. Filtrasi
Pada tahap ini ginjal menyaring cairan dalam darah, sebelum kembali ke paru paru dan jantung. Glomerulus merupakan bagian ginjal yang bertugas untuk menyaring cairan, seperti air, glukosa, urea, dan ion anorganik (natrium, kalsium, kalium dan klor). Sedangkan protein dan darah tidak bisa menembus glomerulus, sehingga akan tetap berada di pembuluh darah kapiler. Semua zat sisa metabolisme tersebut kemudian disimpan dalam kapsula bowman. Cairan yang tersimpan dalam kapsula bowman dinamakan urine primer.

2. Reabsorbsi
Reabsorbsi disebut juga dengan proses penyerapan kembali. Proses ini terjadi di bagian tubulus kontortus proksimal. Tubulus kontortus proksimal berfungsi untuk menyerap kembali zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh, seperti air, glukosa, ion anorganik, asam amino, dan urea (dalam jumlah yang sedikit). Cairan yang diserap kembali dalam proses reabsorbsi dinamakan urin sekunder.

3. Augmentasi
Augmentasi adalah tahapan yang terakhir dari proses pembentukan urin. Tahap ini disebut juga dengan proses pengumpulan. Pada tahap ini terjadi pengumpulan cairan yang berasal dari tahapan-tahapan sebelumya.  Proses pengumpulan cairan terjadi di bagian tubulus kontortus distal. Pada tahap ini masih terjadi penyerapan cairan berupa klor, urea dan ion natrium. Cairan tersebut akan dibawa ke rongga ginjal. Di dalam rongga ginjal, urin akan terbentuk dan terkumpul. Setelah urin terkumpul di dalam rongga ginjal, kemudian urin tersebut dibuang ke luar tubuh melalui ureter, uretra dan kandung kemih. Cairan yang dihasilkan pada tahap augmentasi ini telah berbentuk urin yang sebenarnya.

Gangguan Pada Ginjal
  1. Gagal ginjal adalah gangguan yang terjadi karena fungsi ginjal tidak berjalan dengan baik, sehingga perlu adanya cangkok ginjal atau cuci darah untuk mengatasinya. 
  2. Albuminuria urin adalah gangguan dimana urin mengandung albumin (protein) yang terjadi karena adanya kerusakan pada glomerulus. 
  3. Uremia adalah gangguan dimana urea tertimbun dalam darah, sehingga menyebabkan keracunan. 
  4. Diabetes melitus adalah gangguan dimana urin mengandung glukosa yang disebabkan oleh penurunan hormon insulin yang dihasilkan pankreas. 
  5. Diabetes insipidus adalah gangguan yang disebabkan oleh berkurangnya hormon antidiuretik (ADH) atau hormon vasopresin yang menyebabkan hilangnya kemampuan mereabsorpsi cairan. 
  6. Batu ginjal adalag gangguan yang terjadi karena adanya endapan garam kalsium di dalam kantong kemih.
  7. Nefritis adalah gangguan yang disebakan oleh infeksi bakteri streptococcus. 
  8. Hidronefrosis adalah gangguan yang terjadi karena penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal, sehingga urine tidak bisa mengalir keluar dan menyebabkan salah satu ginjal membesar.  
  9. Hematuria adalah gangguan dimana urin mengandung darah yang terjadi karena adanya kerusakan pada glomerulus.

Kulit

Gambar Bagian-Bagian Kulit Lengkap Penjelasan
Gambar Bagian-Bagian Kulit Lengkap Penjelasan

Kulit adalah lapisan jaringan pelindung yang berada di bagian luar permukaan tubuh. Kulit tersusun atas beberapa lapisan yang sangat tipis. Kulit merupakan salah satu organ dalam sistem ekskresi manusia yang mengeluarkan zat-zat sisa metabolisme berupa kelenjar keringat. Selain sebagai alat ekskresi manusia, kulit juga berperan sebagai alat indera peraba dan perasa.

Bagian-Bagian Kulit
1. Epidermis (kulit ari)
Epidermis merupakan lapisan terluar kulit yang sangat tipis. Lapisan ini tersusun atas dua lapisan, diantaranya yaitu :
  • Lapisan tanduk adalah lapisan yang mengandung zat keratin, tidak mempunyai inti, dan tidak mengandung serat saraf dan pembuluh darah karena lapisan tanduk merupakan sel-sel mati yang selalu mengelupas. Lapisan ini tidak dapat mengeluarkan darah ketika terjadi pengelupasan karena tidak memiliki pembuluh darah.
  • Lapisan malpighi adalah lapisan yang berada di bawah lapisan tanduk. Lapisan ini selalu membelah diri. Lapisan malpighi mengandung melanin, yaitu pigmen yang dapat menentukan warna kulit serta melindungi sel dari pancaran sinar matahari yang dapat merusak kulit. Jika kulit sering terkena sinar matahari maka kulit akan menjadi gelap karena produksi melanin akan meningkat. Seseorang yang tidak mempunyai pigmen pada lapisan malpighinya disebut albino. 

Pada permukaan epidermis terdapat pori-pori sebagai muara kelenjar minyak. Keringat diekskresi melalui pori-pori tersebut. Pada umumnya, epidermis ditumbuhi rambut, kecuali epidermis pada telapak kaki dan tangan. Epidermis pada telapak kaki dan tangan terdiri dari 4 lapisan, yaitu: Stratum granulosum, Stratum korneum, Stratum germinalis, dan  Stratum lusidum.

2. Dermis (kulit jangat)
Dermis atau kulit jangat adalah lapisan kulit yang terdapat di bawah lapisan epidermis. Dermis lebih tebal dari pada epidermis. Diantara lapisan epidermis dan dermis dilapisi oleh membran basalis. Berikut beberapa jaringan pada lapisan dermis, yaitu :
  • Glandula Sudorifera (kelenjar keringat) yang berperan sebagai penghasil keringat. 
  • Glandula Sebaceae (kelenjar minyak) yang berperan sebagai penghasil minyak untuk mencegah terjadinya kekeringan pada kulit dan rambut.
  • Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang berguna untuk menyalurkan nutrisi pada sel kulit dan akar rambut. 
  • Pembuluh darah adalah pembuluh yang berguna untuk mengedarkan darah ke seluruh jaringan atau sel termasuk akar rambut.  
  • Kantong rambut, mempunyai kelenjar minyak rambut, serta batang dan akar rambut. 
  • Ujung-ujung saraf merupakan ujung saraf peraba dan perasa, seperti saraf rasa panas, saraf rasa nyeri, dan saraf rasa sentuhan. 

3. Jaringan ikat bawah kulit
Adalah lapisan kulit yang berada di bawah dermis. Jaringan ikat bawah kulit dan dermis dipisahkan oleh sel lemak. Fungsi dari sel lemak tersebut yaitu untuk menahan suhu tubuh, sebagai sumber energi, dan melindungi tubuh dari benturan.

Fungsi Kulit
  1. Melindungi tubuh dari gangguan kimiawi, gangguan biologis (seperti jamur), serta kelainan fisik (seperti sinar matahari, suhu, dan tekanan). 
  2. Sebagai alat ekskresi dimana mengeluarkan zat sisa metabolisme dalam bentuk keringat. 
  3. Mengendalikan suhu tubuh. 
  4. Melindungi jaringan yang ada di bawahnya.
  5. Sebagai tempat untuk menyimpan lemak yang berlebih. 
  6. Sebagai tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D yang dibantu oleh sinar matahari. 
  7. Sebagai indra peraba.

Proses Terjadinya Keringat Oleh Kulit
Keringat yang dihasilkan oleh manusia berasal dari kelenjar keringat yang terdapat pada lapisan dermis (kulit jangat) dan tersebar ke seluruh jaringan kulit. Proses terjadinya keringat oleh kulit, yaitu sebagai berikut : 
  1. Pengaruh dari hipotalamus. Hipotalamus adalah sistem syaraf pusat yang berguna untuk mengatur suhu badan manusia. Hipotalamus ini menghasilkan enzim bradikilin yang berfungsi untuk memengaruhi fungsi dari kelenjar keringat yang terdapat di lapisan dermis. 
  2. Kelenjar keringat juga dipengaruhi oleh suhu pembuluh darah dan suhu di lingkungan sekitarnya . Jika suhu lingkungan naik, maka suhu pembuluh darah juga naik, sehingga dapat merangsang hipotalamus. 
  3. Rangsangan yang dikirin ke hipotalamus akan memengaruhi kelenjar keringat untuk dapat melakukan penyerapan terhadap urea, garam, dan air dari kapiler darah yang selanjutnya dikirim ke permukaan kulit dalam bentuk keringat.

Gangguan Pada Kulit
  1. Biduran adalah gangguan yang disebabkan oleh alergi makanan, alergi udara dingin, dan alergi bahan kimia. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bentol-bentol yang terasa gatal. Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari produk kimia, bahan makanan atau yang lainnya yang dapat menyebabkan alergi. 
  2. Kudis (Scabies) adalah gangguan pada kulit yang disebabkan oleh tungau (Sarcoptes Scabies). 
  3. Jerawat adalah gangguan yang terjadi pada kelenjar minyak yang biasanya dialami oleh para remaja. 
  4. Kanker kulit adalah gangguan yang terjadi pada kulit yang terkena sinar matahari secara berlebihan. Cara mencegah penyakit ini yaitu dengan menghindari atau meminimalisir kontak dengan sinar matahari serta pemakaian tabir surya secara teratur.
  5. Gangren adalah gangguan yang disebabkan oleh sel-sel jaringan tubuh yang rusak atau mati. 
  6. Pruvitus Kutanea adalah gangguan pada kulit yang ditandai dengan timbulnya rasa gatal karena terjadi iritasi saraf sensorik perifer. 
  7. Ringworm merupakan nama jamur yang menyebabkan infeksi pada kulit. Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak lingkaran pada kulit. Penyakit ini dapat dicegah dengan melindungi kulit agar tidak lembab dan tetap kering.
  8. Psoriasis adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Gejala dari penyakit ini yaitu timbulnya kemerah-merahan pada bagian siku, kulit kepala, lutut dan punggung. 

Hati

Gambar Bagian-Bagian Hati Lengkap Penjelasan
Gambar Bagian-Bagian Hati Lengkap Penjelasan

Hati merupakan salah satu organ dalam sistem ekskresi manusia yang mengeluarkan zat sisa metabolisme berupa getah empedu, urea dan amonia. Hati berwarna merah tua kecoklatan dan berat sekitar 2 kg. Hati terletak di rongga perut bagian kanan di bawah diafragma. Hati dilindungi oleh selaput tipis yaitu kapsula hepatis. Selain sebagai alat ekskresi manusia, hati juga berfungsi sebagai kelenjar pencernaan, menyimpan glikogen (gula otot), penawar racun,  serta pembentukan eritrosit (sel darah merah) pada janin.

Bagian-Bagian Hati
  1. Lobus kiri, merupakan bagian hati yang memiliki bentuk lebih kecil dan runcing dibandingkan lobus kanan. 
  2. Lobus kanan, merupakan bagian terbesar dari hati yang berukuran sekitar 5 hingga 6 kali lebih besar dibandingkan lobus kiri. Lobus kanan dan kiri dipisahkan oleh ligamen falciform. 
  3. Lobus kaudatus, merupakan lobus yang berukuran lebih kecil daripada lobus kanan dan kiri. Lobus ini letaknya memanjang dari bagian belakang lobus kanan dan membungkus vena cava inferior (pembuluh darah balik utama). 
  4. Lobus kuadrat, merupakan lobus yang letaknya lebih rendah dari lobus kaudatus. Lobus ini letaknya dari bagian belakang lobus kanan sampai membungkus kantong empedu. 
  5. Vena hepatika, merupakan pembuluh darah yang berfungsi untuk mengangkut darah terdeoksigenasi serta darah yang sudah disaring oleh hati yaitu darah dari usus besar, usus kecil, lambung, dan pankreas menuju ke vena kava inferior. 
  6. Vena sentralis, merupakan pembuluh darah yang letaknya pada bagian tengah tiap lobulus. 
  7. Lakuna, merupakan sebuah ruangan yang membatasi satu lobulus dengan lobulus lainnya. 
  8. Diafragma, merupakan membran otot yang membatasi bagian dada dengan perut. 
  9. Kantung empedu, merupakan bagian dari sistem empedu yang berperan sebagai reservoir penyimpanan untuk empedu. 
  10. Arteri hepatika, merupakan sebuah arteri yang berperan dalam mendistribusikan darah ke hati, lambung bagian duodenum dari usus halus, dan pankreas dari empedu.

Fungsi Hati
  1. Menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Mensintesis vitamin A dari provitamin A.
  3. Menghasilkan amonia dan urea yang berasal dari hasil perombakan protein yang sudah rusak yang kemudian dikeluarkan melalui urin.
  4. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen (gula otot).
  5. Membuat protombin dan fibrinogen.
  6. Sebagai tempat pembuatan sel darah merah pada janin. 
  7. Penghasil heparin sebagai anti pembekuan darah.
  8. Hati bisa menghancurkan lemak.
  9. Menghasilkan Getah Empedu. Getah empedu tersusun atas 2 komponen yaitu zat warna empedu dan garam empadu. Zat warna empedu berfungsi untuk memberi warna pada urine dan feses menjadi kuning kecoklatan. Garam empedu berfungsi untuk mengemulsi lemak. 

Proses Pembentukan Getah Empedu 
Getah empedu adalah hasil perombakan dari hemoglobin eritrosit (sel darah merah) yang telah tua. Proses ini terjadi di dalam sinusoid yang terdapat di dalam hati. Pada tahap awal, hemoglobin dirombak menjadi globin, zat besi (Fe), dan hemin (kristal). Hemin dirombak menjadi biliverdin dan bilirubin yang berfungsi sebagai zat warna pada empedu yang berwarna hijau biru. Sedangkan zat besi dan globin kemudian disimpan di dalam hati, lalu dikirim ke sumsum tulang merah untuk proses pembentukan hemoglobin baru atau antibodi.

Proses Pembentukan Urea dan Amonia
Terbentuknya urea pada hati yaitu ketika sel tubuh kelebihan asam amino, sehingga terjadi proses deaminasi. Pada proses deaminasi, terjadi perpindahan gugus amin (-NH) dari asam amino. Proses deaminasi berfungsi untuk menghasilkan amonia yang beracun. Di dalam mitokondria terjadi proses pembentukan sitrulin. 

Amonia (NH4+) bereaksi dengan ADP, ATP, dan CO2 untuk memproduksi karbomoil fosfat (CP). Karbomoil fosfat (CP) bereaksi dengan ornitin untuk menghasilkan sitrulin. Sitrulin akan dikirim ke sitosol dan kemudian bereaksi dengan aspartat. Hasil dari reaksi tersebut yaitu fumarat dan arginin (salah satu asam amino esensial). Kemudian arginin diubah menjadi urea dan ornitin dengan bantuan air dan enzim arginase yang terdapat di dalam hati. Ornitin akan mengikat amonia, lalu mengirimnya ke empedu atau dikeluarkan bersamaan dengan urin, sedangkan urea dikeluarkan melalui ginjal.

Gangguan Pada Hati
  1. Hepatitis, merupakan gangguan yang mengakibatkan peradangan dan pembengkakan pada hati. Jika terlambat diatasi, penyakit ini dapat menyebabkan kanker hati. 
  2. Penyakit Wilson, merupakan gangguan yang disebabkan oleh gen mengandung kadar tembaga secara berlebih di dalam tubuh, sehingga fungsi hati menjadi terganggu. 
  3. Cirrhosis, merupakan gangguan pada hati dimana jaringan hati menyusut.

Selain sistem ekskresi, ada pula sistem sekresi dan sistem defekasi. Sistem sekresi merupakan proses pengeluaran cairan oleh kelenjar dan sel yang masih diperlukan oleh tubuh manusia, seperti hormon dan enzim. Sedangkan sistem defekasi merupakan proses pengeluaran zat sisa hasil proses pencernaan melalui anus berupa feses (tinja).

Sekian artikel mengenai 4 Organ Dalam Sistem Ekskresi Pada Manusia Lengkap Bagian, Fungsi Dan Gambarnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar bagian-bagian organ dalam sistem eksresi manusia beserta fungsi dan gangguannya. Terima kasih atas kunjungannya.

Pengertian Intelegensi Lengkap Ciri, Macam Dan Faktor Yang Mempengaruhinya 
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "4 Organ Dalam Sistem Ekskresi Pada Manusia Lengkap Bagian, Fungsi Dan Gambarnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...