Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)
Bendera Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Dalam melakukan hubungan dengan negara-negara lain di dunia ini, Indonesia menganut asas politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, bebas artinya bahwa Indonesia tidak akan memihak pada suatu blok atau kekuatan tertentu yang ada di dunia. Sedangkan aktif berarti bahwa Indonesia akan selalu turut serta dalam upaya memelihara perdamaian dunia serta ikut berpartisipasi dalam meredakan ketegangan internasional. Hal tersebut semata-mata diwujudkan untuk kepentingan nasional, terutama bagi kepentingan pembangunan di segala bidang.

Dan pelaksanaan hubungan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif tersebut, maka indonesia bergabung dan berperan aktif ke dalam berbagai forum dunia, salah satu nya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas 12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, namun sebelum membahas 12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa atau biasa disebut PBB, terlebih dahulu sobat perlu mengetahui apa itu Perserikatan Bangsa-Bangsa dan bagaimana latar belakang Perserikatan Bangsa-Bangsa, yuk langsung saja kita simak ulasannya:

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Latar Belakangnya

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau dalam bahasa inggris disebut United Nations (UN) adalah organisasi internasional yang didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerjasama internasional.

Latar belakang dibentuknya PBB dimulai setelah Perang Dunia I (1914–1918). Pada 8 Januari 1918, Woodrow Wilson (Presiden Amerika Serikat) mengusulkan membentuk Liga Bangsa-Bangsa (LBB) atau League of Nation. Usulan Woodrow Wilson tertuang dalam 14 pasal (Wilson’s Fourteen Points). Sehingga pada 10 Juni 1920, terbentuklah LBB di Versailles, Prancis. Adapun markas besarnya berada di Jenewa, Swiss.

Tujuan pembentukan LBB adalah memelihara perdamaian dunia. salah satu nya dengan cara melucuti senjata pada negara konflik, mencegah perang melalui keamanan kolektif, menyelesaikan permasalahan antara negara-negara melalui diplomasi dan negosiasi, serta memperbaiki kesejahteraan hidup global. Sayangnya peranan LBB sebagai lembaga pemelihara perdamaian dunia, tidak dapat terlaksana dengan baik.

Meskipun LBB dapat dikatakan gagal membawa perdamaian dunia, namun usaha untuk mencapai perdamaian dunia terus dirintis kembali, salah satu nya oleh Presiden Amerika Serikat Franklin Delano Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill. Mereka mengadakan pertemuan di atas kapal penjelajah Atlanta di lepas Pantai New Foundland, Samudra Atlantik pada 14 Agustus 1941.

Pertemuan ini menghasilkan suatu deklarasi yang dikenal sebagai Piagam Atlantik (Atlantic Charter) dimana didalamnya terdapat 8 poin penting, yaitu:
  1. Pelucutan senjata di seluruh dunia pasca perang
  2. Hak untuk menentukan nasib sendiri
  3. Pengaturan sebuah wilayah harus sesuai dengan kehendak masyarakat bersangkutan
  4. Tidak ada lagi wilayah yang dicari oleh Amerika Serikat atau Inggris
  5. Memajukan kerjasama ekonomi dunia dan peningkatan kesejahteraan sosial
  6. Pengurangan rintangan perdagangan
  7. Kebebasan berkehendak dan bebas dari kekhawatiran
  8. Menciptakan kebebasan di laut lepas

Selanjutnya, diadakan pertemuan-pertemuan susulan, antara lain di Moskow, Rusia (1943), Dumbarton Oaks, Amerika Serikat (1944), dan Yalta, Ukraina (1945). Pada pertemuan di Dumbarton Oaks, Washington, diikuti oleh Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris dan Cina. Hasil pertemuan tersebut menyetujui dibentuknya organisasi United Nations Organization atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pada pertemuan lanjutan di San Fransisco (25 April–26 Juni 1945) dihasilkan Piagam Perdamaian (Charter of Peace) yang kemudian digunakan sebagai Mukadimah Piagam PBB. Pertemuan ini dihadiri oleh 50 negara, 282 delegasi yang terdiri atas 444 orang. Akhirnya, secara resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri pada 24 Oktober 1945.

12 Peran Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggap memiliki peranan yang cukup penting selama keanggotaannya dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Berikut 12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

Dalam rangka menjaga perdamaian dunia
1. Sebagai anggota PBB, Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang menghasilkan Dasasila Bandung

2. Sebagai anggota PBB, Indonesia menjadi pelopor pencetusan ZOFTAN dan SEANWFZ

3. Sebagai anggota PBB, Indonesia menjadi salah satu pemprakarsa berdirinya ASEAN dan Gerakan Non Blok

4. Indonesia telah mengirimkan beberapa kontingen dalam rangka visi perdamaian dunia seperti pengiriman kontingen Indonesia ke Lebanon Selatan, menyumbang lebih dari 1.000 personel pasukan yang tersebar di berbagai negara di dunia, serta pengiriman beberapa kontingen pasukan Garuda di beberapa wilayan negara-negara di dunia, misalnya
  • Mengirimkan Pasukan Garuda I (1957) sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB untuk menyelesaikan Perang Arab-Israel
  • Mengirimkan Pasukan Garuda II dan III (1960) sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB untuk menyelesaikan perang saudara di Kongo
  • Mengirimkan Pasukan Garuda XIV (1993) sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB di Bosnia
  • Mengirim Pasukan Garuda XXVI-C2 (2010) sebagai pasukan pemelihara perdamaian PBB di Lebanon Selatan

Sebagai pemimpin serta anggota tetap dibeberapa organisasi PBB
5. Pada tahun 1971, Indonesia yang diwakili oleh Adam Malik pernah ditunjuk untuk menjadi presiden di Majelis Umum PBB.

6. Indonesia tiga kali terpilih menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yaitu periode tahun 1974 – 1975, periode tahun 1995-1996, dan periode tahun 2007-2008.


7. Indonesia pernah terpilih 11 kali sebagai anggota Dewan ekonomi dan sosial PBB, 2 kali ditunjuk sebagai presiden dari Dewan Ekonomi dan Sosial PBB, serta 3 kali sebagai wakil presiden dari Dewan tersebut.

8. Indonesia juga terpilih sebanyak 3 kali menjadi anggota Dewan Hak Asasi manusia PBB dan satu kali ditunjuk sebagai wakil presiden dari Dewan tersebut, yaitu periode tahun 2009-2010.

Memberikan Bantuan kemanusiaan di berbagai negara
9. Pada Tahun 1984, Indonesia mengirimkan Bantuan berupa beras melalui FAO yang ditujukan untuk Ethiopia yang waktu itu dilanda bencana kelaparan.

10. Pada Tahun 1995, Sebagai anggota PBB Indonesia membantu dalam menampung para pengungsi yang berasal dari Vietnam di pulau Galang

Membantu penyelesaian konflik diberbagai negara
11. Pada Tahun 1989, Sebagai anggota PBB Indonesia berhasil membantu menyelesaikan konflik yang terjadi di kamboja

12. Sebagai anggota PBB, Indonesia berperan menjadi mediator atas penyelesaian konflik yang terjadi antara Filiphina dan Moro National Front Liberation (MNFL) yang menguasai Mindanau Selatan

Meskipun indonesia memiliki banyak peranan dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun indonuseia juga pernah keluar dari keanggotaan PBB. Hal tersebut terjadi pada tahun 1965 saat indonesia dipimpin oleh Presiden Soekarno, keluarnya indonesia dari PBB didasari atas diterimanya malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan, karena pada saat itu indonesia menganggap malaysia sebagai negara boneka bentukan Inggris.


Sekian Artikel mengenai 12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk menambah ilmu, mengerjakan tugas, maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang peran indonesia dalam pbb, kontribusi indonesia dalam pbb, sejarah pbb dan latar belakang pbb. Akhir kata, Terimakasih atas kunjungannya.

12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Posting Komentar untuk "12 Peranan Indonesia Dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)"