Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah Lengkap Fungsi, Tujuan dan Nilai Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah suatu usaha sadar manusia untuk membentuk karakter seseorang agar baik dan berdampak positif terhadap perkembangan spiritualitas, emosional, kognitif dan kepribadian seseorang. Pendidikan karakter ini menjadi diutamakan atau difokuskan pada sistem kurikulum 2013. Sebelumnya, pada sistem KTSP pendidikan difokuskan pada unsur kognitif atau pengetahuan, psikomotorik, dan afektif. Pendidikan karakter termasuk ke dalam unsur afektif. 

Pada sistem KTSP pendidikan karakter yang mencakup pendidikan nilai atau moral dan etika dianggap menjadi tanggung jawab mata pelajaran Agama dan PKN. Sedangkan pada kurikulum 2013 pendidikan karakter menjadi tanggung jawab semua mata pelajaran karena merupakan fokus pertama dalam pendidikan. Pada kurikulum 2013, pendidikan berorientasi membentuk karakter, bukan intelektualitas saja. Adanya pendidikan karakter di lembaga pendidikan, seperti sekolah dapat mengoptimalisasi perkembangan peserta didik.

Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas tentang Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah Lengkap Fungsi, Tujuan dan Nilai Pendidikan Karakter, mulai dari pengertian pendidikan karakter, fungsi pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, alasan perlunya pendidikan karakter, dan 18 nilai pendidikan karakter. Untuk selengkapnya, mari langsung saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah
Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah

Apa Pendidikan Karakter itu…? 

Kata "karakter" berasal dari bahasa Yunani yaitu “charassein” yang artinya mengukir. Membentuk suatu karakter pada diri seseorang diibaratkan seperti mengukir sebuah batu permata. Dalam Kamus Bahasa Indonesia (2008) karakter diartikan sebagai akhlak, sifat-sifat kejiwaan, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. 

Dalam Pusat Kurikulum (2010), pendidikan karakter diartikan sebagai pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai karakter pada diri peserta didik sehingga mereka mempunyai nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat serta warganegara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif. 

Menurut Lickona (1991), pendidikan karakter merupakan suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia bisa memahami, memperhatikan, serta melakukan nilai-nilai etika yang pokok. Jadi, pendidikan karakter adalah suatu usaha sadar manusia untuk membentuk karakter seseorang yang kaitannya dengan sikap, akhlak atau budi pekerti.

Fungsi Pendidikan Karakter 

Menurut Sri Judiani sebagai Setditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendiknas (2010), ada 3 fungsi pendidikan karakter, diantaranya yaitu: 
  1. Pengembangan, ialah pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi yang berperilaku baik. 
  2. Perbaikan, ialah memperkuat langkah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat. 
  3. Penyaring, ialah untuk menseleksi budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai karakter yang bermartabat. 

Baca Juga : 12 Pahlawan Nasional Yang Berpengaruh Dalam Sejarah & Kemerdekaan Indonesia

Tujuan Pendidikan Karakter 

Menurut Sri Judiani sebagai Setditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendiknas (2010), adapun tujuan pendidikan karakter, diantaranya yaitu: 
  1. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji serta selaras dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius.
  2. Membangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang mempunyai nilai-nilai karakter bangsa. 
  3. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang kreatif, mandiri, dan berwawasan kebangsaan.
  4. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.  
  5. Mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan. 

Alasan Perlunya Pendidikan Karakter 

Menurut Lickona (1991) ada tujuh alasan mengenai pentingnya pendidikan karakter dalam lingkungan sekolah, diantaranya yaitu:  
  1. Sebagian peserta didik tidak bisa membentuk karakter yang kuat bagi dirinya di tempat lain.
  2. Cara terbaik untuk membentuk kepribadian yang baik pada peserta didik dalam kehidupannya. 
  3. Cara untuk meningkatkan prestasi akademik.  
  4. Berangkat dari akar masalah yang berkaitan dengan masalah moral-sosial.
  5. Persiapan peserta didik untuk menghormati orang lain dan bisa hidup dalam masyarakat yang beragam.  
  6. Pembelajaran nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja peradaban.
  7. Persiapan terbaik untuk menyongsong perilaku di tempat kerja. 

18 Nilai Pendidikan Karakter 

Contoh Nilai Pendidikan Karakter : Cinta Damai
Contoh Nilai Pendidikan Karakter : Cinta Damai

Menurut Sri Judiani sebagai Setditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendiknas (2010), terdapat 18 nilai pendidikan karakter yang telah dirumuskan oleh pemerintah, diantaranya yaitu: 
  1. Religius
  2. Mandiri
  3. Disiplin
  4. Jujur
  5. Kerja Keras
  6. Toleransi
  7. Kreatif
  8. Semangat Kebangsaan
  9. Demokratis
  10. Tanggung jawab 
  11. Rasa Ingin Tahu
  12. Cinta Damai
  13. Gemar Membaca
  14. Menghargai Prestasi
  15. Bersahabat/Komunikatif
  16. Cinta Tanah Air
  17. Peduli Sosial
  18. Peduli Lingkungan

Di dalam lingkungan sekolah pendidikan karakter terintegrasi ke dalam mata pelajaran yang telah ada, budaya sekolah, dan pengembangan diri pada peserta didik. Oleh karena itu, sekolah dan para pendidik perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan karakter ke dalam kurikulum pendidikan. Dalam hal ini, pendidikan karakter melibatkan tindakan moral (moral action), perasaan moral (moral feeling), dan pengetahuan moral (moral knowing). 

Pembelajaran pendidikan karakter berpusat pada peserta didik dan pendekatan yang digunakan yaitu proses belajar peserta didik secara aktif. Efektivitas pendidikan karakter atau strategi pendidikan karakter sangat ditentukan oleh adanya pembelajaran (teaching), penguatan (reinforcing), keteladanan (modeling), dan pembiasaan (habituating) yang dilakukan secara serentak dan berkelanjutan. 

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter itu sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran di lingkungan sekolah. Pendidikan karakter dan pembangunan karakter pada peserta didik tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas, melainkan membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah, memiliki sopan santun dan budi pekerti, sehingga nantinya peserta didik itu dapat bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain. Selain itu, adanya pendidikan karakter dapat meminimalisir terjadinya kenakalan remaja yang dapat merusak generasi penerus bangsa. 

Penulis : Siti Lestari Handayani, S.Pd.

Sekian artikel mengenai Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah Lengkap Fungsi, Tujuan dan Nilai Pendidikan Karakter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar pendidikan karakter, pengertian pendidikan karakter, fungsi pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, alasan perlunya pendidikan karakter, 18 nilai pendidikan karakter, dan strategi pendidikan karakter. Terimakasih atas kunjungannya. 

Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

1 komentar untuk "Pendidikan Karakter di Lingkungan Sekolah Lengkap Fungsi, Tujuan dan Nilai Pendidikan Karakter"