Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Organ Pernapasan, Fungsi, Jenis, Proses dan Gambar

Sistem pernapasan pada manusia merupakan proses menghirup oksigen bebas dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. Pada sistem pernapasan manusia, oksigen adalah kebutuhan utama bagi tubuh manusia, sedangkan karbon dioksida dan uap air adalah zat berbahaya yang tidak dibutuhkan di dalam tubuh dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh manusia. Tujuan dari sistem pernapasan pada manusia yaitu untuk memperoleh energi.

Sistem pernapasan pada manusia meliputi dua hal, yaitu mekanisme pernapasan dan saluran pernapasan. Mekanisme pernapasan meliputi inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan dada dan perut. Saluran pernapasan (Tractus Respiratorius) yaitu organ dalam tubuh manusia yang berperan sebagai tempat pertukaran gas atau tempat lintasan yang dibutuhkan dalam proses pernapasan, berawal dari hidung atau mulut dan berakhir di paru-paru bagian alveolus.

Untuk lebih jelasnya, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang sistem pernapasan pada manusia secara lengkap, mulai dari organ-organ dalam sistem pernapasan manusia, jenis-jenis pernapasan pada manusia, proses pernapasan pada manusia dan gangguan pada sistem pernapasan manusia. Yuk langsung saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Organ-Organ Dalam Sistem Pernapasan Manusia

Pada sistem pernapasan manusia, terdapat 10 organ yang berperan sebagai alat pernapasan manusia, diantaranya yaitu hidung, sinus, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea, bronkus, bronkiolus, alveolus, paru-paru dan diafragma.
Organ-Organ Dalam Sistem Pernapasan Manusia
Organ-Organ Dalam Sistem Pernapasan Manusia

Hidung
Hidung adalah salah satu organ dalam sistem pernapasan manusia yang berfungsi sebagai tempat awal masuknya udara dari luar. Di dalam hidung, tepatnya rongga hidung terdapat silia (bulu-bulu halus), lapisan mukosa (selaput lendir), dan ujung-ujung saraf pembau.  Silia adalah bulu-bulu halus yang berfungsi untuk mencegah dan menyaring benda asing atau partikel debu masuk ke dalam paru-paru dengan melalui bersin. Lapisan mukosa adalah selaput lendir yang melapisi rongga hidung dan bersifat lengket. Lapisan mukosa berfungsi untuk menangkap kotoran atau partikel debu yang masuk ke dalam hidung. Ujung-ujung saraf pembau berfungsi sebagai indera penciuman. Fungsi dari Hidung yaitu sebagai alat untuk menghirup dan menghembuskan udara, menyaring udara dari benda asing yang akan masuk ke paru-paru, mengatur suhu dan kelembaban udara, dan sebagai indera penciuman.

Sinus 
Sinus adalah rongga atau ruangan yang berisi udara. Sinus terdapat pada tengkorak yang meliputi sekitar wajah, hidung, belakang tulang pipi, dan dahi. Sinus masih berhubungan dengan hidung.

Faring (Tekak)
Faring (tekak) adalah persimpangan antara saluran penguhubung hidung dengan tenggorokan (saluran pernapasan atau nasofarings) dan saluran penghubung mulut dengan kerongkongan (saluran pencernaan atau orofarings). Saluran pencernaan terletak pada bagian belakang, sedangkan saluran pernapasan terletak pada bagian depan. Faring tersusun atas otot lurik. Faring berperan dalam kemampuan dalam berbicara.

Laring (Pangkal Tenggorokan)
Laring atau pangkal tenggorokan terdapat pada bagian belakang faring. Pada laring terdapat epiglotis (katup pangkal tenggorokan) dan pita suara. Epiglotis berfungsi untuk membuka katup laring pada saat bernapas dan menutup katup laring pada saat menelan makanan, sehingga makanan tidak masuk ke dalam trakea. Laring berfungsi untuk melindungi saluran pernapasan, menghasilkan suara, mengarahkan makanan masuk ke kerongkongan, serta menghubungkan faring dan trakea.

Trakea
Adalah saluran pernapasan yang menghubungkan laring dengan bronkus. Trakea berada di bawah laring. Trakea tersusun atas 3 lapisan, yaitu lapisan luar, lapisan tengah dan lapisan dalam.
  • Lapisan luar trakea terdiri dari jaringan ikat. 
  • Lapisan tengah trakea terdiri dari cincin tulang rawan yang berbentuk seperti huruf C dan otot polos. 
  • Lapisan dalam trakea terdiri dari jaringan epitelium bersilia yang berfungsi untuk menghasilkan lendir. Fungsi dari lendir tersebut yaitu untuk menyaring udara dari mikroorganisme atau partikel debu yang akan masuk ke dalam paru-paru.  

Bronkus
Adalah percabangan dari trakea yang menghubungkan trakea dengan paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Bronkus tersusun oleh tulang rawan, otot polos, dan lapisan mukosa. Bronkus berfungsi untuk meneruskan udara dari trakea menuju ke paru-paru dan melindungi paru-paru dari kotoran atau partikel asing seperti debu.

Bronkiolus
Bronkiolus adalah cabang dari bronkus yang terletak di dalam alveolus. Bronkiolus yang bercabang-cabang menjadi cabang yang semakin kecil, halus serta dindingnya semakin tipis. Bronkiolus memiliki struktur jaringan yang terdiri dari otot polos dan sel epitel kuboid bersilia. Bronkiolus tidak memiliki tulang rawan. Bronkiolus berfungsi untuk meneruskan udara dari bronkus menuju ke alveolus. 

Alveolus
Alveolus adalah tempat terjadinya pertukaran gas oksigen dengan gas karbon dioksida secara difusi. Alveolus terdiri dari sekumpulan alveol (tunggal: alveolus) yang memiliki struktur berbentuk bola-bola kecil yang diselimuti oleh pembuluh-pembuluh darah. Alveoli dilapisi oleh epitel pipih yang berfungsi untuk memudahkan darah mengikat oksigen dalam rongga alveolus.

Paru-Paru
Paru-paru adalah organ yang mempunyai peranan penting dalam sistem pernapasan manusia. Fungsi utama dari paru-paru utama yaitu sebagai tempat pertukaran gas oksigen dengan gas karbon dioksida, menampung udara yang dihirup dan menyediakan oksigen untuk sistem kerja di dalam tubuh. Paru-paru terdiri dari paru-paru kiri dan paru-paru kanan. Paru-paru kiri memiliki dua lobus (gelambir), sedangkan paru-paru kanan memiliki tiga lobus (gelambir).

Pada paru-paru juga terdapat pleura yaitu sebuah selaput atau lapisan yang berfungsi untuk melindungi paru-paru dari gesekan atau meminimalisir gesekan selama proses respirasi. Dalam menampung udara yang dihirup, paru-paru memiliki kapasistas tertentu. Berdasarkan banyaknya kapasitas udara, kapasitas paru-paru dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu :
  1. Volume Tidal adalah udara yang masuk keluar saat pernapasan dalam keadaan normal. Volume tidal memiliki kapasitas udara sebanyak 500 ml. 
  2. Volume Komplementer adalah kapasitas maksimal udara yang dihirup dengan sekuat-kuatnya.  Volume komplementer memiliki kapasitas udara sebanyak 1.500 ml. 
  3. Volume Suplementer adalah kapasitas maksimal udara yang dihembuskan dengan sekuat-kuatnya. Volume suplementer memiliki kapasitas udara sebanyak 1.500 ml. 
  4. Volume Residu adalah sisa udara yang masih tertinggal di dalam paru-paru setelah dihembuskan dengan sekuat-kuatnya. Volume residu memiliki kapasitas udara sebanyak 1.000 ml. 
  5. Kapasitas Vital Paru-Paru adalah jumlah dari volume komplementer +  volume tidal  + volume suplementer. Kapasitas vital paru-paru memiliki kapasitas udara sebanyak 3.500 ml. 
  6. Kapasitas Total Paru-Paru adalah jumlah dari volume residu + kapasitas vital paru-paru. Kapasitas total paru-paru memiliki kapasitas udara sebanyak 4.500 ml.

Diafragma

Adalah otot pernapasan utama yang memisahkan rongga dada dengan perut. Diafragma bisa mengalami kontraksi dan rileksasi secara bergantian, sehingga udara bisa masuk ke dalam paru-paru. Diafragma berperan dalam proses pernapasan perut.

Janis-Jenis Pernapasan Pada Manusia

Berdasarkan mekanismenya, pernapasan pada manusia dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pernapasan Dada 
Pernapasan dada merupakan pernapasan yang melibatkan otot antar tulang rusuk dalam mekanisme pernapasan. Penapasan dada dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu :
1. Tahap Inspirasi
Pada tahap inspirasi, otot antar tulang rusuk terjadi kontraksi, sehingga menyebabkan tulang rusuk terangkat serta rongga dada mengembang. Pada saat rongga dada mengembang, tekanan udara di dalam lebih kecil dibandingkan tekanan udara di luar, sehingga udara yang ada di luar masuk ke dalam rongga dada dan kemudian diteruskan menuju ke paru-paru. Di dalam paru-paru, tepatnya di alveolus, oksigen dalam udara akan diikat oleh hemoglobin darah.

2. Tahap Ekspirasi
Pada tahap ekspirasi, otot antar tulang rusuk terjadi relaksasi, sehingga mengakibatkan tulang rusuk menurun serta rongga dada mengempis atau kembali seperti semula. Pada saat rongga dada mengempis, tekanan udara di dalam lebih besar dibandingkan tekanan udara di luar, sehingga udara di luar yang berupa karbon dioksida keluar dari paru-paru.

Pernapasan Perut 
Pernapasan perut merupakan pernapasan yang melibatkan otot diafragma dalam mekanisme pernapasan. Penapasan perut dikelompokkan menjadi 2 tahap, yaitu :
1. Tahap Inspirasi
Pada tahap inspirasi, otot diafragma mendatar saat terjadi kontraksi, sehingga mengakibatkan rongga dada mengembang. Pada saat rongga dada mengembang, tekanan udara di dalam lebih kecil dibandingkan tekanan udara di luar, sehingga udara di luar yang kaya oksigen akan masuk.

2. Tahap Ekspirasi
Pada tahap ekspirasi, otot diafragma terjadi relaksasi atau kembali ke posisi semula, sehingga mengakibatkan rongga dada mengempis atau mengecil. Pada saat rongga dada mengempis, tekanan udara di dalam lebih besar dibandingkan tekanan udara di luar, sehingga udara di dalam yang kaya karbon dioksida akan keluar.

Proses Pernapasan Pada Manusia

Menurut Rotundo dan McLaren (1985 : 579), pernapasan bisa dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu pernapasan internal, pernapasan eksternal dan pernapasan seluler.
  1. Pernapasan Internal adalah proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam darah dan sel-sel tubuh. Pada proses ini, oksigen akan berpindah secara difusi dari darah ke sel tubuh, sedangkan karbon dioksida akan keluar dari sel tubuh menuju ke darah.
  2. Pernapasan Eksternal adalah proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida di dalam paru-paru. Pada proses ini, oksigen akan masuk ke dalam darah, sedangkan karbon dioksida akan keluar dari darah menuju ke luar tubuh. 
  3. Pernapasan Seluler adalah proses terjadinya reaksi kimia di dalam sel mitokondria. Pada proses ini, oksigen akan mengikat gula (glukosa) agar energi bisa dihasilkan dan kemudian di simpan di dalam ATP, sedangkan karbon dioksida dan uap air adalah hasil sampingan.

Manusia bernafas menggunakan paru-paru yaitu dengan cara menghirup udara berupa gas oksigen dari luar dan menghembuskan karbon dioksida dan uap air yang merupakan zat sisa metabolisme tubuh. Proses dimulai dari menghirup udara bebas dari luar berupa oksigen melalui hidung (tahap inspirasi). Di dalam hidung, terjadi penyaringan udara dari partikel debu atau kotoran oleh silia (bulu-bulu halus) serta penyesuaian suhu dan tekanan udara di dalam tubuh oleh selaput lendir. Pernapasan juga bisa dilakukan melalui mulut, tetapi udara yang dihirup tidak melalui proses penyaringan kotoran atau partikel debu.

Setelah melalui hidung, udara diteruskan menuju faring dan laring, lalu masuk ke dalam trakea (tenggorokan). Di dalam trakea juga dilakukan penyaringan udara kembali oleh lapisan lendir. Dari trakea, udara diteruskan ke bronkus dan bronkiolus. Setelah itu proses berakhir di dalam paru-paru, tepatnya di alveolus. Di dalam alveolus terjadi proses pertukaran gas secara difusi, dimana oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tubuh melalui vena pulmonalis dan jantung. Sedangkan karbon dioksida akan dikeluarkan dari paru-paru menuju ke luar tubuh melalui hidung atau mulut (tahap ekspirasi).

Baca Juga : 6 Bagian Paru-Paru Lengkap Fungsi, Gambar dan Penjelasan

Gangguan Pada Sistem Pernapasan Manusia

Berikut beberapa gangguan atau penyakit pada sistem pernapasan manusia, diantaranya yaitu :
Flu (Influenza) 
Influenza adalah gangguan pada sistem pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza tergolong penyakit menular. Penularan dapat melalui udara atau cairan yang berasal dari penderita flu ketika bersin atau batuk. Gejala umum yang ditimbulkan antara lain demam, hidung tersumbat dan mengeluarkan lendir, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, badan terasa tidak enak dan lesu.

Faringitis
Faringitis adalah peradangan yang terjadi pada bagian faring yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, alergi atau iritasi pada tenggorokan. Gangguan ini ditandai dengan sakit tenggorokan atau sering disebut dengan radang tenggorokan.

Laringitis
Laringitis adalah peradangan yang terjadi pada laring atau pita suara yang disebabkan oleh infeksi, penggunaan pita suara yang berlebihan, atau iritasi pada laring. Gejala umum yang timbul yaitu suara parau atau serak bahkan hilang sama sekali.

Asma 
Asma adalah gangguan yang disebabkan oleh penyempitan pada saluran pernapasan. Gangguan ini umumnya ditandai dengan sesak napas dan diikuti dengan suara mengi (wheezing). Penyebab dari gangguan asama yaitu debu, asap, serbuk sari bunga, udara dingin, bulu binatang dan olahraga.

Bronkitis
Bronkitis adalah gangguan yang terjadi karena adanya peradangan pada selaput lendir bronkus. Bronkitis umumnya ditandai dengan batuk berdahak biasa, hingga dahak yang dapat berubah warna.

Emfisema
Emfisema adalah gangguan yang terjadi pada karena alveolus karena kehilangan elastisitasnya. Emfisema merupakan salah satu kondisi yang tergolong dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Seseorang yang menderita emfisema, biasanya memiliki volume paru-paru lebih besar dari pada orang yang normal atau sehat. Hal ini disebabkan oleh karbon dioksida yang terperangkap di dalam paru-paru. Penyebab dari emfisema yaitu kekurangan enzim alfa-1-antitripsin dan asap rokok. Gejala yang ditimbulkan dari emfisema yaitu sesak napas dalam kurun waktu lama, nafsu makan berkurang serta berat badan menurun.

Pneumonia 
Pneumonia adalag peradangan pada paru-paru yang disebabkan oleh infeks virus, bakteri atau jamur. Bakteri yang menyebabkan peradangan pada paru-paru yaitu Mycoplasma Pneumoniae dan Streptococcus. Gejala umum dari gangguan ini yaitu demam, batuk berdahak (dahaknya kental dan bisa berwarna hijau, kuning, cokelat, atau bernoda darah) dan sesak napas.

Kanker Paru-Paru 
Kanker paru-paru adalah gangguan yang disebabkan oleh adanya sel kanker di dalam paru-paru. Kanker paru-paru tergolong penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyababkan kematian bagi penderitanya. Penyebab dari kanker paru-paru diantaranya yaitu merokok bagi perokok aktif dan menghisap asap rokok bagi perokok pasif, faktor keturunan, radiasi radio aktif, serta bahan kimia dan gas beracun, seperti radon dan asbestos. Gejala umum yang timbul yaitu batuk, sesak napas, sakit pada dada, batuk berdarah, berat badan menurun dan mudah lelah. Gejala umum akan terlihat jika gangguan ini telah tumbuh besar dan menyebar.

TBC (Tuberculosis)
TBC (Tuberculosis adalah gangguan yang terjadi karena adanya peradangan pada dinding alveolus yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis. TBC merupakan penyakit menular. Penularan TBC biasanya melalui udara yang dikeluarkan oleh penderita TBC ketika batuk. TBC bisa menginfeksi sebagian organ tubuh, seperti otak, paru-paru, ginjal, tulang, saluran pencernaan, kelenjar getah bening, dan lainnya.

Sinusitis
Sinuitis adalah gangguan pada sistem pernapasan karena terjadinya peradangan pada rongga hidung bagian sinus.

Pleuritis
Pleuritis adalah gangguan pada sistem pernapasan karena terjadinya peradangan pada pleura (selaput pembungkus paru-paru).

Flu Burung
Flu burung atau disebut juga dengan Avian Influenza adalah gangguan yang diakibatkan oleh virus  influensa tipe A yang menginfeksi burung/unggas dan mamalia. Flu burung merupakan penyakit menular. Penularan Flu burung melalui udara atau kontak langsung melalui minuman, makanan, dan sentuhan. Virus tersebut akan mati dalam suhu yang tinggi, sebaliknya bisa bertahan hidup pada suhu dingin. Gejala umum yang timbul yaitu keluhan pernapasan, demam tinggi, dan keluhan pada perut.

Flu babi (Swine Influenza)
Flu babi (Swine Influenza) adalah gangguan yang terjadi akibat virus Orthomyxoviridae yang sering menyerang atau menginfeksi babi. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengawasan Penyakit di Amerika Serikat, gejala yang ditimbulkan oleh gangguan ini hampir sama dengan influenza, seperti batuk, demam, muntah-muntah, sakit pada kerongkongan, panas dingin, sakit pada tubuh dan kepala, serta lemah lesu.

Asbestosis 
Asbestosis adalah gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh serat-serat asbes yang terhirup, lalu mengendap di dalam paru-paru dan menyebabkan terbentuknya jaringan parut (fibrosis) dan penebalan pleura. Asbestos terdiri atas serat silikat mineral dengan struktur kimiawi yang berbeda. Gejala yang timbul dari asbestosis yaitu secara bertahap, dimulai dari terbentuknya jaringan parut dalam jumlah yang banyak hingga paru-paru kehilangan elastisitasnya.

Sekian artikel mengenai Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Organ Pernapasan, Fungsi, Jenis, Proses dan Gambar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar organ-organ dalam sistem pernapasan manusia, jenis-jenis pernapasan pada manusia, proses pernapasan pada manusia dan gangguan pada sistem pernapasan manusia. Terima kasih atas kunjungannya.

Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Pernapasan, Fungsi, Jenis, Proses dan Gambar
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sistem Pernapasan Pada Manusia Lengkap Organ Pernapasan, Fungsi, Jenis, Proses dan Gambar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...