Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas tentang Interaksi Sosial secara lengkap, mulai dari pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial, faktor pendorong interaksi sosial, bentuk dan sifat interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi sosial, serta arah komunikasi dalam interaksi sosial. Untuk selengkapnya, mari langsung saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial ialah hubungan timbal balik antara dua individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok, dalam berbagai bentuk, misalnya persaingan, kerjasama, ataupun perselisihan.
Interaksi Sosial
Interaksi Sosial

Interaksi/hubungan antara individu dengan individu 
merupakan bentuk interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain dimana saling memberikan pengaruh, stimulus atau rangsangan. Individu yang terkena dampak tersebut akan memberikan respon, reaksi atau tanggapan.

Interaksi/hubungan antara kelompok dengan kelompok 
Merupakan bentuk interaksi antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya yang saling berhadapan dalam suatu kepentingan, tetapi ada juga kepentingan individu didalamnya dan kepentingan dalam kelompok ialah satu kesatuan, berkaitan dengan kepentingan individu dalam kelompok lain.

Interaksi/hubungan antara individu dengan kelompok 
Secara faktual, bentuk interaksi antara individu dengan kelompok dapat diilustrasikan seperti seorang ustadz yang sedang berceramah di depan para jemaahnya atau orang banyak, ada juga seorang guru yang sedang mengajar atau berhadapan di depan para siswanya di dalam kelas. Bentuk interaksi tersebut menunjukkan bahwa kepentingan individu dapat saling ketergantungan dengan kepentingan kelompok.

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Sistem sosial yang ada dalam suatu masyarakat akan menghasilkan suatu pola interaksi sosial yang relatif tetap atau baku, jika interaksi sosial terjadi secara berulang-ulang dalam jangka waktu yang relatif lama serta para pelaku yang relatif sama. Pola semacam ini bisa diketahui dalam bentuk sistem norma dan nilai. 

Sejarah pola yang mendasari interaksi sosial ialah kebutuhan yang bermanfaat dan jelas, tujuan yang jelas, adanya berhasil guna dan keselarasan, serta adanya keselarasan dengan aturan sosial yang berlaku. Interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 
  1. Interaksi sosial selalu berkaitan dengan komunikasi antara dua belah pihak yaitu sender (pengirim) dan receiver (penerima).
  2. Jumlah pelaku bisa lebih dari satu orang. 
  3. Terdapat tujuan-tujuan khusus, terlepas dari sesuai atau tidaknya tujuan tersebut. Interaksi sosial juga menekankan pada tujuan merubah tingkah laku seseorang yang meliputi perubahan sikap, pengetahuan, serta tindakan dari penerima.
  4. Interaksi sosial merupakan suatu upaya untuk mewujudkan pengertian diantara pengirim dan penerima. 

Faktor Pendorong Interaksi Sosial

Faktor Internal 
  1. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan, Dorongan ini memerlukan keberadaan orang lain yang akan saling memerlukan dan saling tergantung satu sama lain untuk melengkapi kebutuhan hidup.
  2. Dorongan untuk mengembangkan atau meneruskan keturunan, Secara intuitif, manusia memiliki dorongan nafsu birahi untuk saling menyukai dengan lawan jenis. Dorongan ini bersifat kodrati artinya seseorang akan mengetahui dengan sendirinya tanpa harus mempelajarinya dan orang akan berpasang-pasangan untuk mengembangkan keturunannya agar tidak terjadi kepunahan.
  3. Dorongan untuk berkomunikasi dengan sesama, Secara aluriah, manusia membutuhkan keberadaan orang lain untuk saling berkomunikasi dan menyampaikan keinginan yang ada dalam hati masing-masing. Secara psikologis, manusia akan merasa tentram dan nyaman jika hidup secara bersama-sama dalam suatu lingkungan sosial budaya serta dapat berkomunikasi dengan orang lain.
  4. Dorongan untuk mempertahankan hidup, Dorongan ini berguna dalam menghadapi berbagai ancaman dari luar, seperti ancaman dari binatang buas, ancaman dari kelompok atau suku bangsa lain. 

Faktor Eksternal 
  1. Identifikasi, ialah keinginan atau kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. 
  2. Simpati, ialah sikap keterkaitan terhadap orang lain. Sikap ini muncul karena adanya kesamaan antara nilai yang diyakini oleh kedua belah pihak. 
  3. Imitasi, ialah suatu tindakan atau perbuatan seseorang untuk meniru sesuatu yang ada pada orang lain. 
  4. Motivasi, ialah suatu rangsangan atau dorongan yang diberikan seseorang pada orang lain dengan sedemikian rupa, sehingga seseorang yang mendapat motivasi tersebut melaksanakan apa yang dimotivasikan kepadanya.
  5. Sugesti, ialah cara pemberian sebuah pengaruh atau pandangan kepada orang lain dengan berbagai cara khusus sehingga seseorang tersebut mengikuti pengaruh atau pandangan yang diberikan tanpa berpikir panjang. 
  6. Empati, ialah proses sosial yang hampir mirip dengan simpati, perbedaannya yaitu empati lebih menjiwai atau lebih melibatkan emosi dalam diri seseorang daripada simpati. 

Bentuk dan Sifat Interaksi Sosial

Dalam interaksi sosial terdapat 2 bentuk proses yaitu proses sosial asosiatif dan proses sosial disosiatif. 
Proses Sosial Asosiatif 
Merupakan proses sosial yang mengarah pada persatuan dan kerja sama. Berikut beberapa proses sosial asosiatif yaitu: 
1. Asimilasi
Proses sosial ini terjadi jika dalam suatu masyarakat ada perbedaan kebudayaan antara kedua belah pihak, maka ada interaksi intensif antara kedua belah pihak, serta ada proses saling menyesuaikan.

2. Akulturasi
Adalah proses sosial yang muncul karena adanya suatu kebudayaan asing atau kebudayaan lain tanpa mengakibatkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

3. Akomodasi
Merupakan proses usaha-usaha yang dilakukan manusia untuk memecahkan atau meredakan konflik dalam rangka mencapai kestabilan.

4. Kerja sama
Adalah bentuk yang paling utama pada proses interaksi sosial karena interaksi sosial yang dilakukan oleh seorang atau kelompok mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan atau kepentingan bersama. Berikut beberapa bentuk kerja sama, diantaranya yaitu :
  • Kerjasama spontan : kerjasama yang timbul secara spontan. 
  • Kerjasama langsung : kerjasama yang terjadi karena adanya perintah dari atasan. 
  • Kerjasama kontrak : kerjasama yang terjadi atas dasar ketentuan tertentu yang disetujui bersama untuk jangka waktu tertentu. 
  • Kerjasama tradisional : kerjasama yang terbentuk karena adanya sistem tradisi yang kondusif. 

Proses Sosial Disosiatif 
Merupakan proses sosial yang mengarah pada perpecahan. Berikut beberapa proses sosial disosiatif yaitu :  
1. Persaingan
Adalah sebuah proses sosial yang melibatkan pencapaian keuntungan lewat bidang kehidupan yang pada saat tertentu menjadi pusat perhatian umum, tanpa kekerasan atau ancaman.

2. Pertentangan atau Konflik Sosial
Adalah sebuah proses sosial antara dua individu atau lebih, ataupun kelompok yang berusaha menjatuhkan pihak lain dengan cara melemahkan atau menghancurkannya.

3. Kontrovensi
Adalah sebuah proses sosial yang berada diantara konflik dan persaingan. Kontrovensi bisa berbentuk sikap tidak suka, baik secara tersembunyi maupun secara terbuka.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Kontak Sosial 
Adalah tahap awal dari syarat terjadinya interaksi sosial dimana tiap-tiap pihak saling berinteraksi meskipun secara fisik tidak saling bersentuhan. Jadi, setiap kontak tidak harus selalu berkomunikasi. Pada kehidupan sehari-hari terdapat beberapa macam kontak sosial, diantaranya yaitu : 
  1. Kontak primer dan kontak sekunder (berdasarkan tingkat hubungannya atau proses terjadinya) 
  2. Kontak langsung dan kontak tidak langsung (berdasarkan cara yang dilakukan). 
  3. Kontak negatif dan kontak positif (berdasarkan sifatnya). 

Komunikasi 
Adalah penerimaan pesan dan pengiriman pesan dengan tujuan agar bisa dimengerti. Proses komunikasi terjadi ketika berlangsungnya kontak sosial. 

Tindakan Sosial 
Merupakan tindakan individu yang mempengaruhi individu lain dalam suatu masyarakat serta merupakan tindakan yang bermakna dimana tindakan yang dilakukan dengan cara memperhitungkan keberadaan orang lain. Menurut tujuan dan cara yang akan dilakukan, tindakan sosial dibagi menjadi 4, yaitu : 
  1. Tindakan rasional berorientasi nilai yaitu tindakan sosial yang begitu mempertimbangkan cara. 
  2. Tindakan rasional instrumental yaitu tindakan sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan mempertimbangkan keselarasan cara yang dipakai kemudian tujuan apa yang akan dicapai dalam tindakan itu. 
  3. Tindakan efektif yaitu tindakan sosial yang seringkali dilakukan tanpa adanya kesadaran penuh dan sebuah perencanaan yang matang. Tindakan ini timbul karena dorongan emosi atau perasaan dalam diri pelaku.
  4. Tindakan tradisional yaitu tindakan sosial yang tidak mempertimbangkan keputusan rasional. Tindakan tradisional dilakukan karena keputusan adat dan kebiasaan. 

Arah Komunikasi dalam Interaksi Sosial

Menurut Gibson (1996) desain organisasi harus memungkinkan terjadinya komunikasi dari 4 arah yang berbeda : 
  1. Komunikasi ke atas (up ward communication) ialah komunikasi yang bergerak dari tingkat bawah ke tingkat atas dalam suatu organisasi, seperti pertemuan kelompok, kotak saran dan prosedur keluhan. 
  2. Komunikasi ke bawah (down ward communication) ialah komunikasi yang bergerak dari tingkat atas ke tingkat bawah dalam suatu organisasi, seperti instansi atau memoresmi, serta kebijakan pimpinan. 
  3. Komunikasi diagonal (diagonal communication) ialah komunikasi yang bergerak melintasi tingkatan dan fungsi dalam organisasi.
  4. Komunikasi horizontal (horizontal communication) ialah komunikasi yang bergerak melintasi berbagai fungsi dalam organisasi. 

Refrensi Artikel
  • Bambang Siswanto dan Kuswanto. (2003). Sosiologi. Solo: Tiga Serangkai
  • Effendi, Elly dan Ridwan. (2007). Pendidikan Lingkungan Sosial Budaya dan Teknologi. Bandung : Yasindo Multi Aspek

Sekian artikel mengenai Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar pengertian interaksi sosial, ciri-ciri interaksi sosial, faktor pendorong interaksi sosial, bentuk dan sifat interaksi sosial, syarat terjadinya interaksi sosial, serta arah komunikasi dalam interaksi sosial. Terima kasih atas kunjungannya.

Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Loading...

Suka dengan artikel kami ? Tidak ada salahnya untuk berlangganan artikel terbaru dari MARKIJAR.Com langsung via email mu :

0 Response to "Pengertian Interaksi Sosial Lengkap Ciri, Faktor Pendorong, Bentuk Dan Sifat Interaksi Sosial"

Post a Comment