12 Amalan Hati Pada Manusia, Lengkap Penjelasan

12 Amalan Hati Pada Manusia
12 Amalan Hati Pada Manusia

Allah menciptakan hati dan menjadikannya sebagai raja serta anggota badan sebagai bala tentaranya. Jika raja baik, maka bala tentara juga ikut baik. Hati adalah tempat berteduhnya iman dan takwa atau kekufuran, nifak dan kesyirikan. Iman adalah keyakinan, ucapan dan perbuatan. Keyakinan hati dan ucapan lisan serta amalan hati dan anggota badan. Hati mengimani dan membenarkan. Sehingga terucaplah kalimat syahadat dari lisan yang kemudian diamalkan oleh hati berupa mahabbah (rasa cinta), khauf (rasa takut), raja’ (rasa harap). Lisan tergerak untuk berdzikir dan membaa al-qur’an. Anggota badan bersujud dan ruku’ serta beramal sholeh untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

Mengingat penting dan krusialnya amalan hati, pada kesempatan kali ini kita akan membahas 12 Amalan Hati Pada Manusia, Amalan hati adalah segala amalan yang tempatnya di dalam hati dan terkait dengannya. Berikut 12 amalan hati pada manusia beserta penjelasannya:

12 Amalan Hati Pada Manusia

1. Niat

Niat memiliki arti serupa dengan keinginan dan maksud. Tidak sah dan tidak diterima suatu amalan tanpa disertai niat. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya tiap-tiap amalan itu tergantung pada niatnya dan seseorang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan." (Muttafaq ‘Alaihi). Jika suatu amalan dilakukan karena Allah, maka dinamakan ikhlas, yang artinya amalan tersebut tidak dilakukan untuk selain Allah. Tetapi jika sebaliknya maka dinamakan riya', nifak atau lainnya.

Seorang hamba yang ingin taat kepada Allah, langkah yang pertama yaitu mempelajari niat lalu memperbaikinya dengan amal setelah memahami hakekat kejujuran dan keikhlasan. Amal tanpa niat hanya menyebabkan keletihan. Amalan untuk niat ada 3 yaitu:
  1. Kemaksiatan : Niat yang baik untuk melakukan maksiat tidak akan merubahnya menjadi ketaatan, bahkan jika diiringi dengan niat yang jahat maka dosanya akan berlipat ganda.
  2. Mubah (Perkara yang diperbolehkan) : Segala aktivitas yang bersifat mubah jika diiringi dengan niat yang baik maka bisa berubah menjadi amalan kebaikan.
  3. Ketaatan : Sah atau diterimanya suatu ketaatan sangat terkait erat dengan niat, termasuk pelipatgandaan pahalanya. 

2. Taubat

Taubat merupakan perkara wajib untuk selalu dilakukan, Karena terjatuh dalam lumpur dosa merupakan hal yang wajar pada diri manusia. Mengakhirkan taubat dan terus menerus melakukan dosa adalah keliru.

Dalam melalukan taubat terdapat 3 syarat agar taubat seseorang diterima, yaitu :
  1. Berhenti dari perbuatan dosa tersebut.
  2. Menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan.
  3. Bertekad untuk tidak mengulangi dosa itu di masa yang akan datang.

Perihal tingkatannya terdapat 4 tingkatan manusia dalam hal taubat, yaitu :
  1. An-nafsu al-muthmainnah : Orang yang bertaubat dan istiqomah sampai akhir hayatnya serta tidak ingin kembali pada dosanya melainkan hanya kekhilafan yang tidak terlepas dari manusia. Taubat ini disebut juga sebagai taubat nashuha.
  2. An-nafsu al-lawwamah : Orang yang istiqomah dalam ketaatan yang pokok, tapi dia belum bisa berlepas diri dari dosanya, bukan karena disengaja. Setiap kali dia berbuat dosa tersebut, dia mencela dirinya, kemudian dia menyesal dan bertekad untuk melepaskan diri dari sebab-sebab melakukan perbuatan dosa tersebut.
  3. An-nafsu al-mas'ulah : Orang yang bertaubat dan istiqomah sekali waktu, kemudian dia dikuasai oleh syahwatnya pada sebagian dosa sehingga dia melakukannya. Dia selalu melakukan ketaatan dan meninggalkan sejumlah dosa padahal dia mampu melakukannya tapi syahwatnya menginginkan maka dia dikalahkan oleh satu atau dua syahwatnya. Jika telah selesai , dia menyesal dan berjanji pada dirinya untuk bertaubat.
  4. An-nafsu al-ammarah bis suu': Orang yang bertaubat dan istiqomah dalam satu waktu, kemudian dia kembali terjerumus dalam dosanya tanpa ada keinginan dalam jiwanya untuk bertaubat dan tanpa ada penyesalan atas perbuatan yang dia lakukan. Hal itu dikhawatirkan atas orang terebut mengalami su’ul khatimah. Naudzubillah.

3. Ash-Shidq

Ash-Shidq berarti benar atau jujur. Ash-Shidq merupakan bagian terpenting dari seluruh amalan hati. Ada 6 makna dari lafadz Ash-Shidq, yaitu :
  1. Benar dalam ucapan.
  2. Benar dalam keinginan dan maksud (ikhlas).
  3. Benar dalam janji.
  4. Benar dalam tekad.
  5. Benar dalam seluruh perkara agama.
  6. Benar dalam amalan, sehingga lahiriahnya sesuai dengan batinnya.
Barangsiapa yang kebenaran tidak jelas baginya, lalu dia bersikap benar terhadap Allah dalam permohonannya dan jika bukan karena hawa nafsu dalam dirinya, maka biasanya dia diberi taufik, jika tidak maka Allah akan memaafkannya.

4. Al-Mahabbah

Amalan hati berupa Al-Mahabbah dapat diartikan sebagai dengan rasa cinta kepada Allah, rasul-Nya dan orang-orang yang beriman, kenikmatan iman akan didapatkan.

Terdapat 4 jenis mahabbah, yaitu :
  1. Mahabbatullah (rasa cinta kepada Allah), ini merupakan inti dari keimanan.
  2. Cinta dan benci karena Allah. Hukumnya adalah wajib.
  3. Cinta bersama Allah, ini sama artinya dengan menyekutukan Allah denga selain-Nya dalam cinta yang wajib, seperti cintanya orang-orang musyrik pada tuhan-tuhan mereka, dan ini merupakan inti dari kesyirikan.
  4. Cinta yang alami, seperti cinta kepada orang tua, anak, dll. Hal ini diperbolehkan.

5. Tawakal

Tawakal adalah sikap hati yang berserah dan bergantung kepada Allah untuk mendapatkan segala yang diinginkan serta menolak apa yang tidak diinginkan disertai dengan sikap bergantung kepada Allah dan melakukan sebab-sebab yang disyariatkan. Hati yang hampa dari sikap kebergantungan kepada Allah merupakan celaan terhadap tauhid.

6. Syukur

Syukur dilakukan dengan hati, lisan dan anggota badan. Syukur adalah mempergunakan kenikmatan sebagai sarana ketaatan kepada Allah.

7. Sabar

Tidak mengadukan apa yang diderita pada selain Allah dan hanya berserah diri pada Allah. Sabar ada beberapa derajat, yaitu :
  1. Tidak mengeluh tapi diiringi dengan kebencian merupakan sabar pada tingkat yang rendah.
  2. Tidak mengeluh diiringi sikap ridha merupakan sabar pada tingkat pertengahan.
  3. Memuji Allah atas musibah yang menimpanya merupakan sabar pada tingkat yang paling tinggi.

8. Ridha

Ridha yaitu merasa cukup dengan sesuatu. Ridha dengan ketentuan Allah merupakan derajat tertinggi bagi orang-orang yang didekatkan pada Allah. Ridha adalah buah dari rasa cinta dan tawakal.

9. Khusyu'

Khusyu’ yaitu pengagungan, hancur luluhnya hati dan kehinaan. Segala ibadah yang disyariatkan padanya khusyu’, maka pahalanya bergantung pada sejauh mana kekhusyu’annya. Seperti sholat, seseorang yang sama sekali tidak khusyu’ dalam sholatnya, maka tidak akan mendapatkan apa-apa dari sholatnya.

10. Raja'

Raja' dapat diartikan sebagai memandang luasnya rahmat Allah atau mengharapkan keridhaan Allah dan rahmat darinya. Beramal dengan disertai harapan adalah lebih tinggi derajatnya dibandingkan bila disertai dengan rasa takut, karna raja’ akan membuahkan khusnudzon pada Allah. Raja’ ada 2 tingkatan, yaitu :
  1. Derajat yang lebih tinggi : Orang yang melakukan ketaatan dan mengharap pahala dari Allah.
  2. Derajat yang lebih rendah : Orang yang berdosa, lalu bertaubat dan mengharap ampunan dari Allah.

11. Khauf

Khauf merupakan rasa takut kepada Allah SWT dengan memiliki perasaan khawatir akan siksa Allah SWT yang akan ditimpakan kepada kita (sebagai seorang hamba). Khauf bukan lawan dari raja’, melainkan motivator dengan jalan rahbah (rasa takut dari siksa Allah). Sedangkan raja’ adalah motivator dengan jalan raghbah (mengharap pahala dari Allah).

Khauf ada 3 macam, yaitu :
  1. Rasa takut yang tersembunyi dan ketergantungan, wajib diperuntuhkan hanya untuk Allah SWT semata.
  2. Rasa takut yang diharamkan, meninggalkan apa yang wajib dilakukan atau melakukan apa yang diharamkan karena rasa takut terhadap manusia.
  3. Rasa takut yang diperbolehkan, rasa takut yang alami, seperti takut dengan ular dan binatang buas lainnya.

12. Zuhud

Zuhud dapat diartikan sebagai berpindahnya keinginan dari suatu hal pada apa yang lebih baik darinya. Zuhud di dunia akan memberikan kenyamanan pada hati dan badan. Sebaliknya keinginan pada dunia akan mendatangkan kegundahan dan kesedihan.


Sekian artikel mengenai 12 Amalan Hati Pada Manusia, Lengkap Penjelasan. semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas, maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang macam amalan hati pada manusia. Terimakasih atas kunjungannya.

12 Amalan Hati Pada Manusia, Lengkap Penjelasan
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Baca Juga :

Suka dengan artikel kami ? Tidak ada salahnya untuk berlangganan artikel terbaru dari MARKIJAR.Com langsung via email mu :

0 Response to "12 Amalan Hati Pada Manusia, Lengkap Penjelasan"

Post a Comment