Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Untuk Iran: Setetes Donasi, Bukti Di Mana Kita Berdiri

Oleh: Imam Prayogo Pujiono


Di balik kepulan asap tebal dan puing-puing bangunan yang berserakan, terdengar sayup-sayup tangis anak-anak yang kehilangan dekapan hangat orang tuanya. Kehancuran yang menyayat hati ini bukanlah fiksi, melainkan realitas pahit yang kini harus dihadapi oleh saudara-saudara muslim kita di Iran pasca serangan tak berdasar dari Isr4el dan 4merika. Kota-kota yang dulu berdenyut penuh kehidupan, kini luluh lantak. Sekolah, dan tempat bernaung hancur menjadi debu.

Melihat skala kehancuran yang begitu masif, hati kita mungkin berbisik dalam keputusasaan: "Apa yang bisa saya lakukan? Saya bukan orang kaya, saya bukan pemimpin indonesia, saya bukan pemimpin dunia. Bantuan saya tidak akan cukup untuk membangun kembali satu gedung pun."

Di saat-saat keraguan seperti ini, mari kita sejenak merenungi sebuah kisah klasik yang sarat akan makna: Kisah Semut dan Api Nabi Ibrahim AS.

Dikisahkan ribuan tahun yang lalu, ketika Raja Namrud melemparkan Nabi Ibrahim AS ke dalam kobaran api raksasa yang menyala sangat besar, seluruh makhluk terdiam dalam ketakutan. Namun, ada semut kecil yang bergegas berlari menuju sumber air. Ia mengambil air sebatas yang mampu dibawa oleh mulut kecilnya, lalu susah payah merayap menuju kobaran api tersebut untuk meneteskannya.

Melihat hal itu, seekor burung gagak tertawa meremehkan, "Wahai semut, apa kau sudah gila? Apakah kau pikir setetes air dari mulut kecilmu itu bisa memadamkan api raksasa yang dibuat oleh Namrud?"

Sang semut berhenti sejenak, menatap sang burung, dan menjawab dengan lantang:

"Aku tahu, setetes air ini tidak akan pernah mampu memadamkan api raksasa itu. Tetapi dengan setetes air ini, kelak di hadapan Sang Pencipta, akan menjadi bukti di pihak mana aku berdiri."

Sahabat semua, api ketidakadilan dan kehancuran kini sedang membakar saudara-saudara kita di Iran. Skala kerusakannya begitu besar. Memang benar, donasi sepuluh ribu, seratus ribu, atau bahkan satu juta rupiah yang kita berikan mungkin tidak akan serta-merta membangun kembali gedung yang runtuh. Nominal itu mungkin terasa sekecil tetesan air dari mulut seekor semut.

Namun, ketahuilah bahwa nilai dari bantuan Kita tidak sekadar diukur dari angka materinya. Bantuan Kita adalah bukti keberpihakan, akan jadi bukti di akhirat nanti, di sisi mana kita berdiri.

Karena di akhirat kelak, ketika kita ditanya tentang apa yang kita lakukan saat melihat kezaliman dan penderitaan sesama, donasi kecil itulah yang akan bersaksi. Ia akan menjadi bukti nyata bahwa kita menolak diam, bahwa kita tidak menutup mata, dan bahwa nurani kita berdiri tegak bersama mereka yang menjadi korban serangan Isr4el dan 4merika. Kita memilih untuk membawa 'air', sekecil apa pun itu, demi memadamkan 'api' penderitaan mereka.

Jangan biarkan ukuran kemampuan kita menghentikan niat baik kita. Jutaan tetes air dari jutaan semut yang bersatu pada akhirnya akan mampu menyejukkan lautan luka.

Mari, ambil peran kita hari ini. Jadilah semut-semut pembawa harapan.

Salurkan bantuan terbaik Kita untuk korban dan rekonstruksi Iran melalui:

Mari tunjukkan di sisi mana Kita berdiri.


Posting Komentar untuk "Untuk Iran: Setetes Donasi, Bukti Di Mana Kita Berdiri"