Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan Tingkat Tinggi Lengkap Pengertian, Proses dan Gambar

Gametogenesis
Gametogenesis
Berkembang biak adalah salah satu karakteristik makhluk hidup. Kemampuan berkembang biak bisa menentukan keberadaan organisme. Tumbuhan tingkat tinggi dan hewan berkembang biak secara seksual yaitu melalui pembuahan (fertilisasi) sel telur (gamet betina) oleh sel sperma (gamet jantan). Gamet jantan dan betina tersebut diperoleh melalui serangkaian proses pembelahan sel yang sudah kita bahas pada pertemuan sebelumnya. Gamet jantan dan betina digunakan untuk membentuk zigot, embrio, dan menghasilkan individu baru.

Proses pembentukan sel-sel gamet di dalam tubuh makhluk hidup disebut Gametogenesis. Gametogenesis berlangsung pada organ reproduktif dan melibatkan pembelahan meiosis. Pada manusia dan hewan, gametogenesis berlangsung pada testis dan ovarium, sementara pada tumbuhan berlangsung pada benang sari dan putik. Gametogenesis mengahsilkan sel-sel kelamin, yaitu sperma (gamet jantan) dan sel telur (gamet betina).

Pada pembahasan kali ini, kami akan membahas tentang Gametogenesis secara lengkap, mulai dari pengertian gametogenesis, gametogenesis pada hewan vertebrata (spermatogenesis dan oogenesis) serta gametogenesis pada tumbuhan berbiji (mikrosporogenesis dan makrosporogenesis). Untuk selengkapnya, mari langsung saja kita simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Gametogenesis

Gametogenesis adalah proses pembentukan sel-sel gamet atau sel-sel kelamin (jantan dan betina). Gametogenesis merupakan proses haploid dan diploid yang mengalami diferensiasi dan pembelahan sel yang berguna untuk pembentukan gamet haploid dewasa. Gametogenesis bisa terjadi pada pembelahan mitosis (sel gametogen haploid) atau pada pembelahan meiosis (gametosit diploid menjadi berbagai gamet) tergantung dari siklus hidup biologis organisme. Gametogenesis dibagi menjadi 4 tahap, yaitu perbanyakan, pertumbuhan, pematangan serta perubahan bentuk.

Nahh... pada artikel kali ini akan dibahas mengenai gametogenesis pada hewan vertebrata dan tumbuhan berbiji. Gametogenesis pada hewan vertebrata terdiri dari spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel sperma di dalam testis, sementara oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) di dalam ovarium. Gametogenesis pada tumbuhan berbiji terdiri dari mikrosporogenesis dan makrosporogenesis. Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan sel gamet jantan, sementara megasporogenesis adalah pembentukan sel gamet betina.

Gametogenesis pada Hewan Vertebrata

Gametogenesis pada hewan vertebrata dikelompokkan menjadi 2, yaitu spermatogenesis dan oogenesis. Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma (gamet jantan) yang berlangsung di dalam testis, sedangkan oogenesis yaitu proses pembentukan sel telur (gamet betina) yang berlangsung di dalam ovarium. Spermatogenesis dan Oogenesis terjadi pada pembelahan meiosis, yaitu terjadi pada jaringan organ reproduksi serta membentuk 4 sel anak yang haploid.
Spermatogenesis
spermatogenesis
Spermatogenesis

Spermatogenesis pada manusia dan hewan tingkat tinggi berlangsung di dalam testis (buah zakar). Di dalam testis sel-sel primordial diploid membelah secara mitosis berkali-kali dan menghasilkan sel-sel induk sperma yang bersifat diploid (2n) atau disebut juga spermatogonium. Spermatogonium mengandung 46 kromosom yang bersifat diploid yang terdiri dari 44 autosom (kromosom tubuh) dan 2 gonosom (kromosom sel kelamin). 

Spermatogonium mengalami pertumbuhan dan membentuk sel sperma primer (spermatosit primer) yang bersifat diploid. Selanjutnya, spermatosit primer mengalami pembelahan secara meiosis dan menghasilkan 2 sel spermatosit sekunder yang bersifat haploid (n). Satu spermatosit sekunder mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-Y, sementara satunya lagi mengandung 22 autosom + sebuah kromosom-X

Setelah itu, setiap sel spermatosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II dan membentuk 4 spermatid yang haploid, dimana 2 spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom-X atau 22A + X, sementara dua spermatid lainnya mengandung 22 autosom + 1 kromosom-Y atau 22A + Y. Setiap spermatid mengalami maturasi (pematangan) menjadi spermatozoa (sperma) serta terjadi pembentukan akrosom. Setiap spermatozoa mengandung akrosom pada bagian ujung (kepala). Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berguna untuk menembus lapisan pelindung ovum (sel telur). Dari salah satu sentriolnya terbentuk flagel. Peristiwa tersebut dinamakan spermiogenesis.

Oogenesis
oogenesis
Oogenesis

Oogenesis yaitu proses pembentukan sel telur (gamet betina) yang berlangsung di dalam ovarium. Oogenesis diawali dengan pembentukan bakal sel-sel telur yang dinamakan oogonium. Oogonium merupakan sel-sel primordial diploid yang ada dalam ovarium. Sel telur (ovum) berasal dari oogonium.  Oogonium membelah secara mitosis berkali-kali dan membentuk oosit primer (diploid). Oosit primer mengandung 44A + XX. Selanjutya, oosit primer mengalami pembelahan meiosis I dan menghasilkan 2 sel dengan komponen sitoplasmik yang berbeda, yaitu satu sel kecil yang dinamakan badan kutub (polosit) primer (n) dan satu sel besar yang dinamakan oosit sekunder (n).

Setelah itu, oosit sekunder mengalami pembelahan meiosis II, sementara badan kutub primer mengalami degenerasi (kemunduran). Pembelahan oosit sekunder menghasilkan dua buah sel yang memiliki ukuran tidak sama besar, sel yang besar dinamakan ootid dan sel yang kecil dinamakan badan kutub (polosit) sekunder. Tahap terakhir, ootid mengalami maturasi (pematangan) dan membentuk sel telur atau ovum, sementara badan kutub (polosit) sekunder mengalami degenerasi. 

Pada manusia (wanita), oosit primer mengalami pematangan hingga memasuki masa pubertas. Kemudian akan terjadi pematangan akhir (ovulasi) dan pembelahan meiosis I. Dalam satu bulan ada sekitar satu sel telur matang dan dilepaskan melalui ovulasi. Pola ovulasi ini terus berlangsung sampai masa menopause, yaitu berhentinya siklus menstruasi. Jika pada sel telur yang diovulasikan mengalami fertilisasi (pembuahan), maka pembelahan meiosis II akan berlangsung dan sel telur berkembang menjadi embrio.

Gametogenesis pada Tumbuhan Berbiji 

Gametogenesis pada tumbuhan berbiji dikelompokkan menjadi 2, yaitu mikrosporogenesis dan megasporogenesis (makrosporogenesis). Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan gamet jantan, sedangkan megasporogenesis adalah pembentukan gamet betina.
Mikrosporogenesis 
Mikrosporogenesis
Mikrosporogenesis

Mikrosporogenesis berlangsung di dalam antera atau kepala sari. Di dalam kepala sari ada kantong serbuk sari yang mengandung sejumlah sel-sel induk mikrospora (mikrosporosit) atau sel-sel induk serbuk sari yang diploid. Proses dalam mikrosporogenesis, yaitu sebagai berikut: 
  1. Mikrosporosit mengalami pembelahan meiosis I dan membentuk sepasang sel haploid. 
  2. Sepasang sel haploid mengalami pembelahan meiosis II dan menghasilkan 4 mikrospora haploid yang bergabung menjadi satu dinamakan tetrad. 
  3. Setiap mikrospora mengalami kariokinesis dan membentuk 2 inti haploid. Satu inti dinamakan inti generatif, dan satu inti yang lain dinamakan inti saluran serbuk sari (inti vegetatif). 
  4. Inti generatif mengalami pembelahan mitosis tanpa disertai sitokinesis dan menghasilkan dua inti sperma. Sementara inti vegetatif tidak mengalami pembelahan. 
Jadi, dalam sebutir serbuk sari yang matang terkandung tiga inti haploid, yaitu satu inti saluran serbuk sari (inti vegetatif) dan dua inti sperma (inti generatif). Pembentukan sel sperma ini bisa terjadi ketika serbuk sari sampai di kepala putik (stigma) atau sebelum serbuk sari keluar dari anthera. Pada tahap tersebut, tangkai serbuk sari mulai tumbuh. Pada umumnya, pembelahan mitosis inti generatif berlangsung setelah buluh serbuk sari menembus kepala putik atau mencapai kantung embrio di dalam bakal biji (ovulum).

Megasporogenesis
Megasporogenesis
Megasporogenesis

Megasporogenesis disebut juga dengan makrosporogenesis. Megasporogenesis terjadi di dalam ovarium atau bakal buah. Di dalam ovarium terdapat ovulum atau bakal biji yang melekat pada dinding ovarium. Ovulum dilindungi oleh integumen dalam dan integumen luar. Ovulum berhubungan dengan buluh serbuk melalui lubang mikrofil. Dalam ovulum terdapat sel induk megaspora yang bersifat diploid. Proses megasporogenesis pada Angiospermae, yaitu sebagai berikut:   
  1. Sebuah sel induk megaspora diploid (megasporosit) dalam ovarium mengalami pembelahan meiosis I dan membentuk dua sel haploid. 
  2. Dua sel haploid mengalami pembelahan meiosis II dan menghasilkan 4 megaspora haploid, dimana tiga diantaranya mengalami degenerasi. 
  3. Satu megaspora yang masih hidup mengalami tiga kali kariokinesis tanpa disertai sitokinesis dan menghasilkan kandung lembaga muda (sel besar) dan delapan inti haploid. 
  4. Dalam megaspora, empat inti berada di dekat mikrofil dan empat  inti lainnya berada pada sisi kalaza. 
  5. Satu inti dari setiap sisi menuju ke pusat dan bersatu membentuk kandung lembaga sekunder yang diploid. 
  6. Inti di bagian tengah yang dekat mikrofil disebut sel telur (ovum), tiga inti pada bagian kalaza disebut inti antipoda, dan yang di samping kanan kiri disebut sinergid. Pada saat proses pembuahan, inti generatif membuahi sel telur dan menghasilkan zigot diploid. Inti diploid hasil persatuan dua sel kutub yang dibuahi inti generatif membentuk endosperm bersifat triploid. 8 inti anakan tersebut, diantaranya yaitu 3 antipoda, 2 kandung lembaga sekunder, 2 sel sinergid, dan 1 ovum.
Proses Megasporogenesis pada Angiospermae
Proses Megasporogenesis pada Angiospermae
Sumber : Biology, Campbell

Sekian artikel mengenai Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan Tingkat Tinggi Lengkap Pengertian, Proses dan Gambar. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar gametogenesis, pengertian gametogenesis, gametogenesis pada hewan vertebrata (spermatogenesis dan oogenesis) serta gametogenesis pada tumbuhan berbiji (mikrosporogenesis dan makrosporogenesis). Terimakasih atas kunjungannya. 

Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan Tingkat Tinggi Lengkap Pengertian, Proses dan Gambar MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Gametogenesis pada Hewan dan Tumbuhan Tingkat Tinggi Lengkap Pengertian, Proses dan Gambar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel