Pengertian Pengikisan dan 3 Akibat Pengikisan Oleh Air Sungai, Angin dan Gelombang

Tahukah kamu kenapa bumi bisa berbentuk seperti sekarang? salah satu faktor pembentuk permukaan bumi yaitu karena adanya pengaruh tenaga eksogen, diantara tenaga eksogen adalah pelapukan, pengikisan, erosi, longsoran dan pengendapan. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai pengikisan seperti pengertian pengikisan, pengikisan oleh air sungai, pengikisan oleh tenaga gelombang (abrasi) dan pengikisan oleh tenaga angin. Mari langsung saja kita simak pembahasannya dibawah dibawah ini.

Pengertian Pengikisan

Salah satu proses pengubahan muka Bumi secara alami adalah melalui pengikisan. Pada proses pengikisan massa tanah atau batuan diuraikan dan dipindahkan. Secara umum pengertian pengikisan atau erosi adalah salah satu proses pelepasan dan pemindahan massa tanah atau batuan secara alamiah dari satu tempat ke tempat lain oleh zat pengangkut (air sungai, air laut, udara dan Gletser) di permukaan bumi. Untuk mengenal lebih jauh mengenai berbagai macam pengikisan, mari kita simak pembahasannya di bawah ini.

3 Macam Pengikisan

1. Pengikisan Oleh Air Sungai (Ablasi)
Jenis pengikisan yang pertama adalah pengikisan yang disebabkan oleh air. Air yang dimaksud disini adalah air sungai. Mengapa air sungai? Hal ini karena Air yang mengalir (air sungai) selalu ada kontak dengan media yang dialirinya (tanah / bebatuan). Bentuk kontak yang dihasilkan sangat tergantung pada kekuatan air dan kekuatan media yang dilaluinya. Air sungai yang mengalir dengan tenang hanya akan menimbulkan tingkat pengikisan yang rendah.

Di saat air sungai mengalir maka akan ada kontak dengan tebing dan pinggir sungai. Keduanya akan menghasilkan dua tipe pengikisan yang berbeda. Gesekan dengan tebing sungai akan menimbulkan pengikisan / erosi horizontal. Sebaliknya, gesekan dengan dasar sungai mengakibatkan pengikisan vertikal. Lebih lanjut pengikisan oleh air sungai ini dapat menghasilkan beberapa kenampakan sebagai berikut.

1. Lembah
Kenampakan alam ini terbentuk dari erosi dasar sungai (erosi vertikal) dalam waktu yang lama, erosi vertikal akan menggerus dasar sungai hingga makin dalam. Akibatnya, terbentuk lembah dengan berbagai bentuk. Lembah dengan lereng curam seperti huruf V mengindikasikan tenaga pengikisannya adalah aliran air yang deras. Bentang alam seperti ini banyak sekali terdapat di hulu sungai.

2. Aliran Deras (Rapid)
Proses pembentukan aliran deras.
Proses pembentukan aliran deras.

Aliran deras
Pada sebuah aliran sungai bisa saja terdapat perbedaan material dasar sungai. Selang-seling antara jenis batuan yang resisten dan tidak resisten menimbulkan kenampakan aliran deras. Ketika air melewati batuan yang resisten, tingkat pengikisannya akan rendah, akibatnya dasar sungai tidak rata. Saat air melintasi batuan yang tidak resisten akan terjadi turbulensi hingga terbentuk seperti air terjun yang pendek.

3. Air Terjun
Proses terjadinya air terjun hampir sama dengan proses terjadinya aliran deras, namun tetap saja ada perbedaannya. Menurut kalian apakah perbedaannya? Cermati gambar-gambar dibawah ini.
Proses terjadinya air terjun.
Proses terjadinya air terjun.
Air terjun terbentuk ketika aliran air jatuh dari tempat yang tinggi. Air yang jatuh akan menggerus dasar sungai hingga terbentuk cekungan menyerupai kolam. Air terjun juga dapat terjadi karena adanya patahan yang di atasnya terdapat aliran sungai.
Air terjun karena patahan.
Air terjun karena patahan.

4. Potholes
Proses pembentukan potholes.
Proses pembentukan potholes.

Potholes
Potholes
Potholes merupakan lubang-lubang di dasar sungai. Photoles mempunyai berbagai ukuran diameter. Kenampakan ini dibentuk oleh sejenis pusaran di dasar sungai yang didalamnya mengandung batu-batu kerikil. Lama-kelamaan potholes akan bertambah lebar dan menyatu dengan potholes lainnya, hingga dasar sungai bisa menjadi dalam.

5. Jurang
Proses terbentuknya jurang pada dasarnya serupa dengan terbentuknya lembah. Hanya saja pada lembah materi tebing sungai kurang resisten dibandingkan pada jurang. Tingkat resistensi tebing sungai pada jurang yang lebih, menyebabkan sulit terkikis. Akibatnya akan terbentuk dinding sungai yang vertikal dan dasar sungai yang dalam.

6. Kanyon
Kenampakan kanyon.
Kenampakan kanyon.
Kanyon adalah lembah yang luas sebagai akibat proses pengikisan oleh air dalam waktu yang sangat lama. Bentuk kanyon ini terlihat sangat jelas pada aliran Sungai Colorado Amerika Serikat yang terkenal dengan nama Grand Canyon.

7. Gorges
Kenampakan gorges.
Kenampakan gorges.
Gorges berasal dari bahasa Prancis yang berarti kerongkongan atau leher. Gorges dibentuk ketika terjadi erosi vertikal secara terus-menerus pada batuan sungai yang bersifat resistan. Saat erosi tidak aktif lagi, sisi dari lembah tinggal lereng curam.

2. Pengikisan oleh Tenaga Angin (Deflasi)
Pengikisan berikutnya adalah pengikisan yang disebabkan oleh tenaga angin, ternyata tenaga angin mampu mengikis permukaan Bumi. Bagaimana proses dan hasil pengikisan dari tenaga angin? Perhatikan gambar-gambar berikut ini.
Gurun pasir.
Gurun pasir.

Batuan Cendawan.
Batuan Cendawan.
Berdasarkan teori, gurun pasir terbentuk karena proses pelapukan mekanis. Proses tersebut dimulai saat suhu siang hari yang panas memanasi batuan gurun sampai di atas 80°C akibatnya batuan itu memuai. Selama beribu-ribu tahun, angin gurun mengeruk batuan yang hancur dan mengangkut butiran-butiran pasir halus. Lama kelamaan pasir ini menumpuk menjadi bukit pasir yang luas. Batuan cendawan adalah kenampakan alam yang terbentuk di daerah gurun atau daerah beriklim kering akibat pengikisan oleh angin. Material pasir yang terbawa oleh angin juga berperan sebagai tenaga pengikisan batuan. Contoh: di Cina Utara terdapat Tanah Loss di Gurun Gobi yang mempunyai ketebalan 600 meter.
3. Pengikisan Oleh Tenaga Gelombang (Abrasi)
Pengikisan yang terakhir adalah pengikisan yang disebabkan oleh tenaga gelombang (air laut). Meskipun sama-sama disebabkan oleh air tetapi pengikisan yang disebabkan dari air sungai dengan air laut ini tidak sama. Jika kekuatan air sungai untuk melalukan pengikisan terletak pada arusnya, maka kekuatan air laut untuk melakukan pengikisan terletak pada ombaknya / tenaga gelombangnya. Ombak-ombak air laut yang selalu membentur dan menerpa setiap saat lambat laun akan menyebabkan pengikisan.

Abrasi atau pengikisan yang disebabkan air laut (tenaga gelombang) akan mengikis daerah sekitar pantai. Kejadian seperti ini pernah terjadi di Jayapura, abrasi di sepanjang pantai di Pulau Biak mencapai 75 meter dari garis pantai. Sejumlah karang dan pulau rusak bahkan tenggelam akibat pengikisan. Pulau-pulau yang tenggelam tersebut sebelumnya adalah objek wisata yang sangat indah di Biak Numtor. Bagaimana proses abrasi dan erosi oleh tenaga gelombang? Cermatilah gambar berikut.
Abrasi menghasilkan cekungan yang panjang pada garis pantai.
Abrasi menghasilkan cekungan yang panjang pada garis pantai.
Cekungan tererosi lebih lanjut menjadi gua.
Cekungan tererosi lebih lanjut menjadi gua.
Erosi lebih lanjut oleh gelombang menyebabkan runtuhnya atap gua ke laut dan terbentuklah cliff (dinding terjal).
Erosi lebih lanjut oleh gelombang menyebabkan runtuhnya atap gua ke laut dan terbentuklah cliff (dinding terjal).
Erosi yang terus-menerus menyebabkan cliff runtuh. Pada periode waktu yang panjang, proses ini berlangsung terusmenerus, menyebabkan terbentuknya platform di kaki cliff (dinding terjal).
Erosi yang terus-menerus menyebabkan cliff runtuh. Pada periode waktu yang panjang, proses ini berlangsung terusmenerus, menyebabkan terbentuknya platform di kaki cliff (dinding terjal).

Bentukan yang dihasilkan dari pengikisan yang disebabkan oleh tenaga gelombang antara lain dapat kamu cermati dibawah ini.
  1. Jembatan Alam (Natural Bridge)
    Kenampakan alam ini terbentuk di daerah pantai berbatu yang terjal pada bagian tanjung. Proses pembentukannya dimulai dari abrasi laut yang berlangsung terus-menerus hingga membentuk gua. Jika pada sisi tebing yang lain juga terbentuk gua, maka kedua gua ini semakin lama akan bertemu dan pada akhirnya membentuk lubang dengan bagian atas seperti jembatan. Contoh jembatan alam ini dapat dilihat di daerah Karang Bolong dan pantai selatan Jawa.
  2. Tebing Terjal (Cliff) dan Rataan Bentukan Gelombang (Wave Cut Platform)
    Cliff adalah kenampakan alam hasil proses abrasi di daerah pantai berbatu dan terjal. Hantaman gelombang laut yang kuat mampu mengikis batuan tebing hingga terbentuk notch (takik/cekungan di bagian bawah tebing). Pengikisan air laut secara terus-menerus mengakibatkan notch semakin besar dan menjorok ke dalam membentuk gua. Semakin lama, gua tidak dapat menahan dinding bagian atas dan akhirnya membentuk dinding terjal (cliff). Jika cliff ini terbentuk terus-menerus mundur ke dalam, sedangkan batuan tebing bagian bawah kuat, maka akan terbentuk rataan bentukan gelombang (wave cut platform). 
Jembatan alam
Jembatan alam
Bentang alam bentukan gelombang.
Bentang alam bentukan gelombang.

Sekian artikel mengenai Pengertian Pengikisan dan 3 Akibat Pengikisan Oleh Air Sungai, Angin dan Gelombang. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang pengikisan tanah, pengikisan batuan oleh air, pengikisan tanah oleh air sungai disebut ablasi dan pengikisan tanah oleh air sungai disebut abrasi. Terimakasih atas kunjungannya.

Pengertian Pengikisan dan 3 Akibat Pengikisan Oleh Air Sungai, Angin dan Gelombang
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Pengertian Pengikisan dan 3 Akibat Pengikisan Oleh Air Sungai, Angin dan Gelombang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel