Sistem Saraf Pada Manusia Lengkap Struktur, Fungsi dan Gangguan dan Gambarnya

Sistem Saraf Pada Manusia
Sistem Saraf Pada Manusia

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi yang berfungsi untuk menyampaikan impuls(rangsangan) dari reseptor ke susunan saraf pusat untuk diproses dan direspon oleh tubuh. Unit terkecil penyusun dan pelaksanaan kerja sistem saraf disebut neuron atau sel saraf. Sistem saraf berperan penting dalam iritabilitas (kemampuan menanggapi rangsangan) yang memungkinkan makhluk hidup bisa menyesuaikan diri serta cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkunga sekitarnya. 

Dalam menanggapi rangsangan (impuls), sistem saraf harus memiliki tiga komponen, yaitu sebagai berikut: 
  • Reseptor yaitu alat penerima rangsangan berupa alat indera. 
  • Penghantar impuls merupakan bagian dari saraf itu sendiri. 
  • Efektor yaitu bagian yang merespon rangsangan dari penghantar impuls. Bagian yang bertindak sebagai efektor adalah otot dan kelenjar.
Sistem saraf dibedakan menjadi 2 yaitu sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf otonom dan sistem saraf somatik. Berikut beberapa fungsi sistem saraf pada manusia yaitu: 
  1. Untuk menerima informasi dalam bentuk rangsangan.
  2. Melakukan proses terhadap informasi yang diterima. 
  3. Untuk memberi respon (tanggapan) terhadap rangsangan.
  4. Sebagai alat komunikasi untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan luar.
  5. Sebagai alat koordinasi untuk mengendalikan fungsi alat-alat tubuh kita. 
  6. Sebagai pusat kesadaran, pikiran, dan kemauan.

Struktur Saraf Pada Manusia

Sistem saraf pada manusia terdiri dari sel saraf (neuron) dan sel glia. 

Sel Saraf (Neuron) 
Bagian-Bagian Sel Saraf (Neuron)
Bagian-Bagian Sel Saraf (Neuron)

Sel saraf atau neuron adalah unit terkecil penyusun sistem saraf. Sel saraf berfungsi untuk menghantarkan rangsangan (impuls) dari alat indra menuju ke otak untuk diproses dan kemudian hasil proses (berupa tanggapan) dari otak akan dikirim ke efektor/otot. Setiap satu neuron terdiri dari tiga bagian utama yaitu badan sel, dendrit, dan akson. Berikut bagian-bagian dari sel saraf (neuron) yaitu :
  1. Badan Sel, yaitu bagian terbesar dari sel saraf (neuron). Fungsi dari badan sel yaitu untuk menerima impuls dari dendrit dan kemudian meneruskannya ke akson. Badan sel terdiri dari inti sel dan sitoplasma. 
  2. Dendrit, yaitu serabut sel saraf yang bentuknya bercabang-cabang dan berukuran pendek. Bagian ini merupakan perluasan dari badan sel. Fungsi dari dendrit yaitu untuk menerima serta menghantarkan impuls ke badan sel.
  3. Akson, yaitu serabut sel saraf panjang yang merupakan penjuluran dari badan sel bagian sitoplasma. Akson disebut juga sebagai neurit. Fungsi dari akson yaitu untuk menghantarkan impuls saraf dari badan sel ke neuron atau jaringan lainnya. Setiap neuron biasanya terdapat satu akson.  
  4. Nukleus, yaitu inti sel saraf yang berfungsi untuk mengatur aktivitas dari neuron. 
  5. Sel Schwann, yaitu jaringan yang berfungsi untuk menyediakan makanan untuk akson serta proses regenerasi akson. 
  6. Selubung Mielin, yaitu selubung lemak yang tidak bisa menghantarkan impuls (sebagai isolator). Fungsi dari selubung mielin yaitu untuk melindungi akson dari benturan atau kerusakan. 
  7. Nodus Ranvier, yaitu bagian akson yang tidak terbungkus oleh selubung mielin. Fungsi dari nodus ranvier yaitu untuk mempercepat transmisi impuls saraf. 
  8. Sinapsis, yaitu titik temu antara ujung akson pada neuron satu dengan ujung dendrit pada neuron lainnya. Setiap sinapsis terdapat celah sempit yang dinamakan celah sinapsis. Pada ujung akson di setiap sinapsis terdapat kantong yang dinamakan bulbus akson. Kantong tersebut mengandung zat kimia yang dinamakan neurotransmiter (berupa kolinesterase dan asetilkolin) yang berfungsi untuk menyampaikan impuls saraf pada sinapsis. 

Neuron bergabung membentuk jaringan saraf. Ujung akson dan ujung dendrit merupakan penghubung antara sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: 
  1. Sel saraf sensorik, yaitu sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls (rangsangan) dari reseptor (panca indra) menuju ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). 
  2. Sel saraf motorik, yaitu sel saraf yang berfungsi untuk membawa impuls (rangsangan) dari sistem saraf  pusat (otak dan sumsum tulang belakang) menuju ke efektor (otot dan kelenjar). 
  3. Sel saraf penghubung, yaitu sel saraf yang berfungsi untuk menghubungkan impuls (rangsangan) dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik. Sel saraf penghubung banyak ditemukan di dalam sumsum tulang belakang dan otak. 

Berdasarkan bentuknya, neuron dibedakan menjadi 3 jenis yaitu sebagai berikut :
  1. Sel Saraf Bipolar yaitu sel saraf yang mempunyai dua juluran pada bagian badan sel yang saling berlawanan, dimana satu juluran adalah dendrit dan juluran yang lainnya adalah akson. tersusun dari akson dan dendrit. Sel saraf bipolar bentuknya agak lonjong atau elips. Sel saraf ini merupakan sel saraf penghubung yang berguna untuk menghubungkan berbagai sel saraf di dalam sumsum tulang belakang dan otak.
  2. Sel Saraf Unipolar yaitu sel saraf yang hanya memiliki satu juluran pada bagian badan sel yang kemudian membelah menjadi dua cabang, dimana satu cabang menuju  ke neuron sensorik saraf spinal dan cabang yang lainnya menuju ke perifer, sehingga bentuknya seperti huruf T. Sel saraf ini merupakan sel saraf sensorik yang berguna untuk membawa sinyal dari sistem saraf perifer (bagian tubuh) menuju ke sistem saraf pusat.
  3. Sel Saraf Multipolar yaitu sel saraf yang mempunyai satu akson yang bisa bercabang dan dua atau lebih dendrit. Sel saraf ini merupakan sel saraf yang paling banyak dan umum ditemui.  Sel saraf multipolar bentuknya multigonal. Sel saraf ini berperan sebagai motoneuron yang membawa sinyal dari sistem saraf pusat menuju ke bagian tubuh yang lain, seperti kulit, otot, atau kelenjar.

Sel Glia
Sel Glia merupakan sel non neuron (bukan sel saraf) yang berfungsi untuk mempertahankan homeostasis, memberi nutrisi pada sel saraf, mentransmisi sinyal yang ada di dalam sistem saraf dan membentuk mielin. Macam-macam dari neuroglia yaitu oligodendrosit, astrosit, makroglia, dan mikroglia.

Baca Juga : Penjabaran Lengkap Sistem Peredaran Darah Manusia

Impuls Saraf
Impuls adalah pesan atau rangsangan yang diterima oleh alat indera (reseptor) dari lingkungan luar, selanjutnya dibawa oleh sel saraf. Impuls saraf bisa terjadi karena adanya rangsangan dari luar tubuh, seperti tekanan, panas, dan dingin. Rangsangan tersebut kemudian diterima oleh reseptor. Adanya rangsangan dari luar tubuh mengakibatkan perbedaan terhadap potensial di tempat yang berdekatan, sehingga menimbulkan denyut listrik pada selaput sel saraf (neuron).

Kecepatan pada penjalaran impuls saraf melewati neuron sekitar 300 km/jam atau sekitar 83 m/sekon. Namun, pada saat impuls berjalan melalui serabut neuron yang panjang atau bercabang, kekuatan penjalaran impuls saraf tidak berkurang. Hal itu terjadi sebab energi yang digunakan dalam penjalaran impuls saraf tidak berasal dari sel sarafnya, melainkan berasal dari energi yang tersimpan di dalam impuls. Impuls saraf yang dibawa ke otak akan di seleksi, lalu diproses untuk menentukan bentuk respon terhadap rangsangan tersebut. Kemudian hasil respon dari otak dikirim ke efektor (kelenjar atau otot).

Rangsangan yang diterima oleh alat indera (reseptor) dan dikirim ke efektor akan mengakibatkan terjadinya perubahan atau gerakan pada efektor baik secara sadar maupun tidak sadar. Berikut jenis gerakan pada efektor, yaitu :
1. Gerak Sadar
Gerak sadar yaitu gerakan yang disadari atau disengaja. Rangsangan yang ditimbulkan disampaikan melewati jalan yang panjang. Contoh gerak sadar yaitu gerakan mengambil pensil dan gerakan memegang buku ketika ingin membaca atau belajar. Berikut alur perjalanan dari gerak sadar :
Bagan Gerak Sadar
Bagan Gerak Sadar





2. Gerak Refleks
Gerak refleks yaitu gerakan yang tidak disadari atau tidak disengaja. Rangsangan yang ditimbulkan disampaikan melewati jalan yang singkat sekali, tanpa melalui otak. Contoh gerak refleks yaitu gerakan menutup kelopak mata secara cepat ketika ada benda asing yang mengenai atau masuk ke mata. Berikut alur perjalanan dari gerak refleks:
Bagan Gerak Refleks
Bagan Gerak Refleks


Bagian Sistem Saraf Pusat dan Sistem Saraf Tepi

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat berfungsi untuk mengendalikan dan mengatur kerja jaringan saraf sampai ke neuron. Sistem saraf pusat tersusun dari otak dan sumsum tulang belakang. Bagian otak meliputi cerebrum (otak besar), cerebellum (otak kecil), dan medula oblongata (sumsum lanjutan). Sumsum tulang belakang berada pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan otak berada pada tulang tengkorak.

Pada sistem saraf pusat juga terdapat jembatan varol yang tersusun dari serabut saraf yang menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang dan menghubungkan otak kecil bagian kanan dan kiri. Fungsi dari jembatan varol yaitu untuk menghantarkan impuls dari kedua bagian otak kecil.

Pada bagian otak dan sumsum tulang belakang terdapat 3 materi esensial, diantarnya yaitu:
  1. Substansi alba yaitu materi putih yang berasal dari serabut saraf. 
  2. Substansi grissea yaitu materi kelabu yang berasal dari badan sel. 
  3. Sel-sel neuroglia atau jaringan ikat yang terdapat pada sistem saraf pusat, yang terletak di antara sel-sel saraf. 

Otak
Otak adalah pusat pengendali dari segala aktivitas manusia. Otak terdapat di dalam rongga tengkorak dan dilapisi oleh meninges (selaput otak). Maninges terdiri dari dura mater (selaput paling luar), pia mater (selaput paling dalam) dan arachnoid (selaput tengah). Dari ketiga selaput maninges terdapat cairan serebrospinal yang berguna untuk meminimalisir goncangan atau benturan.

Otak pada manusia tersusun dari tiga bagian yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan sumsum lanjutan (medula oblongata).
1. Otak Besar (Cerebrum)
Otak besar adalah pusat pengendali segala aktivitas tubuh secara sadar, seperti berbicara, berpikir, melihat, mengingat, bergerak, dan mendengar. Otak besar terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kiri dan belahan kanan. Tiap belahan pada otak manusia dinamakan hemister. Otak belahan kiri berfungsi untuk mengendalikan dan mengatur bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan otak belahan kanan berfungsi untuk mengendalikan dan mengatur bagian tubuh sebelah kiri.

Otak besar terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan luar dan lapisan dalam. Lapisan luar (korteks) berwarna kelabu dan berisi badan-badan sel saraf. Lapisan dalam berwarna putih dan berisi serabut-serabut saraf (akson/neurit).

2. Otak Kecil (Cerebellum)
Otak kecil terdapat di bagian bawah otak besar. Otak kecil tersusun dari dua lapisan yaitu lapisan dalam (berwarna putih) dan lapisan luar (berwarna kelabu). Otak kecil terbagi menjadi dua belahan, yaitu belahan kanan dan belahan kiri. Kedua belahan tersebut dihubungkan oleh jembatan varol. Fungsi dari otak kecil yaitu mengkoordinasikan kerja otot secara sadar dan sebagai pusat keseimbangan tubuh.

3. Sumsum Lanjutan (Medula Oblongata)
Sumsum lanjutan disebut juga dengan medula oblongata. Sumsum lanjutan terdapat di persambungan antara sumsum tulang belakang dengan otak. Sumsum lanjutan berfungsi untuk menghantarkan impuls yang datang menuju ke otak, mengendalikan muntah, mengatur suhu tubuh, pusat pernapasan, mengatur beberapa gerak refleks.

Baca Juga : Bagian Otak Manusia Dan Fungsinya, Lengkap Penjelasan Dan Gambar

Sumsung Tulang Belakang
Sumsum tulang belakang disebut juga dengan medula spinalis yang terletak di dalam tulang belakang. Sumsum tulang belakang tersusun dari dua lapisan, yaitu lapisan luar (berwarna putih) dan lapisan dalam (berwarna kelabu). Sumsum tulang belakang dilindungi oleh tulang punggung yang keras.

Di dalam sumsum tulang belakang, terdapat saraf motorik, saraf sensorik, dan saraf penghubung. Saraf-saraf tersebut berfungsi sebagai penghantar rangsangan (impuls) dari otak dan ke otak. Fungsi dari sumsum tulang belakang yaitu menghubungkan rangsangan dari otak ke saraf motorik, menghubungkan rangsangan dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, serta sebagai pusat gerak refleks.

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi atau sistem saraf perifer berfungsi untuk menghubungkan saraf pusat dengan reseptor (alat indera). Sistem saraf tepi terdiri dari seluruh saraf yang membawa impuls dari sistem saraf pusat dan ke sistem saraf pusat. Kerja sama diantara sistem saraf pusat serta sistem saraf tepi menghasilkan perubahan cepat pada tubuh dalam menanggapi rangsangan dari lingkungan luar. Sistem saraf tepi terbagi menjadi 2 macam, yaitu sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom.

Sistem Saraf Somatis
Sistem saraf somatis merupakan sistem saraf sadar, dimana segala aktivitas yang kita lakukan di bawah pengaruh sistem ini. Contoh : pada saat seseorang mendengar suara bel rumah berbunyi, rangsangan tersebut akan diterima oleh telinga dan kemudian sampai ke otak. Otak menterjemahkan pesan/rangsangan tersebut, lalu mengirimnya ke bagian kaki dan terjadi gerakan kaki berjalan mendekati pintu dan gerakan tangan untuk membuka pintu.

Sistem saraf somatis tersusun dari :
  1. Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal), berjumlah 31 pasang . Fungsi dari saraf sumsum tulang belakang yaitu untuk menyampaikan rangsangan dari reseptor (alat indera) ke sistem saraf pusat serta menyampaikan rangsangan dari sistem saraf pusat ke efektor (seluruh otot rangka tubuh).
  2. Saraf otak (saraf cranial), berjumlah 12 pasang. Saraf otak terletak pada bagian kepala yang keluar dari otak dan melalui lubang yang ada pada tulang tengkorak. 

Sistem Saraf Otonom
Sistem saraf otonom merupakan sistem saraf yang bekerja secara otomatis atau tidak sadar. Sistem saraf otonom mengatur kegiatan organ bagian dalam, seperti pembuluh darah, otot perut, alat-alat reproduksi dan jantung. Menurut fungsinya, saraf otonom terbagi menjadi dua macam, yaitu sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik.
1. Sistem Saraf Simpatik
Sistem saraf ini dinamakan juga dengan sistem saraf torakolumbar, sebab saraf preganglion keluar dari tulang belakang toraks ke-1 hingga ke-12. Sistem saraf ini tersusun atas 25 pasang ganglion (simpul saraf) yang ada di sumsum tulang belakang, tepatnya di sepanjang tulang belakang bagian depan yang meliputi ruas tulang leher hingga tulang ekor. Setiap ganglion dihubungkan dengan sistem saraf spinal (saraf sumsum tulang belakang) yang menuju ke organ-organ tubuh, seperti paru-paru, jantung, pembuluh darah, ginjal, dan pencernaan.

Berikut fungsi dari sistem saraf simpatik, yaitu :
  • Memperbesar pembuluh darah.  
  • Mempertinggi tekanan darah. 
  • Mempercepat denyut jantung.
  • Memperlambat gerak peristaltis. 
  • Menghambat sekresi empedu. 
  • Memperbesar pupil. 
  • Memperbesar bronkus.
  • Meningkatkan sekresi adrenalin.
  • Menurunkan sekresi ludah. 

2. Sistem Saraf Parasimpatik,
Sistem saraf ini dinamakan juga dengan sistem saraf kraniosakral, sebab saraf preganglion keluar dari daerah sakral dan otak. Sistem saraf parasimpatik tersusun dari jaring-jaring yang dihubungkan dengan ganglion tersebar di seluruh tubuh. Fungsi dari sistem saraf parasimpatik merupakan kebalikan dari fungsi sistem saraf simpatik.

Berikut fungsi dari sistem saraf parasimpatik, yaitu :
  • Memperkecil pembuluh darah.  
  • Memperendah tekanan darah. 
  • Memperlambat denyut jantung.
  • Mempercepat gerak peristaltis. 
  • Memperlancar sekresi empedu. 
  • Memperkecil pupil. 
  • Memperkecil bronkus.
  • Menurunkan sekresi adrenalin.
  • Meningkatkan sekresi ludah. 

Kedua sistem saraf tepi diatas bekerja secara berlawanan (antagonis) dalam mengatur kerja suatu organ. Kelenjar atau organ yang dikendalikan oleh sistem saraf parasimpatik dan sistem saraf simpatik dinamakan sistem pengendalian ganda.

Gangguan Pada Sistem Saraf Manusia

Stroke 
Stroke adalah gangguan yang terjadi kerusakan pada otak akibat pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah pada otak. Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan permanen atau sementara pada tubuh, kesulitan untuk makan atau berkata-kata, dan koordinasi otot menjadi mati. Stroke disebabkan oleh kadar kolesterol tinggi, diabetes mellitus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan pembuluh darah, obesitas, kelainan turunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.

Encephalitis
Encephalitis adalah peradangan pada otak karena adanya infeksi virus dimana otak akan mengalami pembengkakan. Gangguan ini sangat serius karena dapat menyebabkan kematian. Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini yaitu demam, muntah, sakit kepala yang berlebihan, sering bingung dan mengantuk.

Alzheimer
Alzheimer adalah gangguan yang ditandai dengan melemahnya daya ingat. Gejala yang sering ditimbulkan dari gangguan ini adalah pikun. Penderita alzheimer pada tahap kronis akan mengalami perubahan perilaku, disorientasi, halusinasi, serta gangguan otak dalam melakukan penalaran, perencanaan, persepsi, dan berbahasa.

Epilepsi
Epilepsi adalah gangguan pada sistem saraf pusat yang disebabkan oleh pola aktivitas listrik otak yang abnormal, sehingga menyebabkan penderitanya mengalami kejang-kejang, sampai kehilangan kesadaran. Epilepsi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu epilepsi simptomatik dan idiopatik. Elepsi simptomatik yaitu kejang-kejang karena adanya penyakit/gangguan yang mengakibatkan kerusakan pada otak, seperti cedera parah pada kepala, infeksi otak, stroke dan sebagainya. Epilepsi idiopatik yaitu kejang-kejang yang belum diketahui penyebabnya.

Meningitis atau Radang Selaput Otak
Meningitis atau Radang Selaput Otak adalah peradangan yang terjadi pada selaput yang berfungsi melindungi atau menutupi otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit atau jamur. Penderita meningitis akan mengalami sakit kepala, demam yang cukup tinggi, dan kaku pada leher.

Sindrom Raye
Sindrom Raye adalah gangguan yang menyerang pada orang tua yang mempunyai infeksi virus, dimana pada masa mudanya pernah mengonsumsi aspirin (biasanya terdapat di tablet flu) yang bisa menimbulkan alergi. Gangguan ini tergolong jarang atau langka. Sindrom raye dapat mengakibatkan pembengkakan pada otak, dan dapat berakibat fatal. Biasanya seseorang yang terkena sindrom ini mempunyai kekebalan tubuh rendah. Cara untuk menghindari gangguan ini yaitu dengan tidak mengonsumsi aspirin.

Hidrocephalus
Hidrocephalus adalah gangguan yang terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam otak, sehingga terjadi peningkatan tekanan otak serta dapat melemahkan fungsi otak. Hidrocephalus biasanya menyerang manula dan bayi.

Vertigo
Vertigo adalah gangguan berupa sakit kepala yang ditandai dengan gejala sekeliling atau diri sendiri serasa berputar-putar. Penderita gangguan ini biasanya akan kehilangan keseimbangan dalam jangka waktu tertentu, sehingga membuatnya kesulitan untuk berdiri dan bahkan berjalan. Selain itu, ada gejala lain yang diakibatkan oleh vertigo yaitu mual dan muntah. Vertigo dibedakan menjadi 2 jenis yaitu vertigo ringan dan vertigo berat. Vertigo ringan biasanya sakit kepala tidak terlalu terasa. Sedangkan vertigo berat, sakit kepala sangat terasa hingga bisa menghambat aktivitas.

Parkinson
Parkinson adalah gangguan yang terjadi pada sistem saraf yang mengakibatkan terjadinya degenerasi sel saraf pada bagian otak tengah. Fungsi utama dari bagian tersebut yaitu untuk mengendalikan pergerakan tubuh atau sistem motoriknya. Gejala yang ditimbulkan dari parkinson, diantaranya yaitu gemetaran (tremor) secara terus menerus pada satu organ, tubuh terasa lemah, beberapa bagian tubuh Gangguan ini biasanya menyerang seseorang ketika sedang beristirahat. Faktor penyebab gangguan ini yaitu genetika, usia, pencemaran lingkungan, dan jumlah protein tidak normal pada sel saraf (lewy body).

Lumpuh Otak
Lumpuh otak disebut juga dengan cerebral palsy adalah gangguan saraf yang menyerang atau memengaruhi sistem koordinasi dan pergerakan tubuh. Gangguan ini terjadi karena adanya masalah serius pada bagian cerebrum (otak besar). Pada umumnya gangguan ini menyerang anak-anak. Gangguan ini merupakan penyebab utama terjadinya kelumpuhan kronis pada anak-anak.

Migrain
Migrain adalah gangguan berupa nyeri kepala yang berdenyut-denyut yang hanya menyerang salah satu sisi kepala, atau disebut juga dengan sakit kepala sebelah. Gangguan ini bisa berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. Pada umumnya, migrain disebabkan oleh konsumsi MSG dan kopi secara berlebihan, kurang tidur, tidur berlebihan, tidak makan, stress, perubahan cuaca atau tekanan udara, asap rokok, dan sebagainya.

Polio
Polio adalah gangguan yang menyerang pada sistem saraf akibat tidak/belum melakukan vaksinasi polio terutama bagi balita dan anak-anak. Gangguan ini disebabkan oleh infeksi virus polio. dan tergolong menular. Polio bisa menyebabkan otot menjadi lumpuh, demam, kemampuan menelan dan bernapas menjadi terganggu, serta sakit kepala yang dapat menyebabkan hilangnya refleks. Polio bisa dicegah dengan melakukan imunisasi polio.

Neuritis
Neuritis yaitu peradangan pada saraf perifer (saraf tepi) yang terdapat di luar sumsum tulang belakang dan otak. Gejala dari neuritis yaitu masalah pendengaran, otot melemah, hingga masalah penglihatan. Neurititis dapat disebabkan oleh tumor, cedera, infeksi tertentu dan konsumsi minuman beralkohol.

Penyakit Huntington
Penyakit Huntington adalah gangguan yang disebabkan oleh faktor genetika (keturunan) yang mengakibatkan kemampuan sel saraf di otak mengalami penurunan secara bertahap sampai sel tersebut mati. Penyakit Huntington dapat mempengaruhi fungsi kognitif, gerakan tubuh, dan perilaku penderita. Gejala gangguan ini dimulai sebelum usia 20 tahun dan muncul pada usia 40 hingga 50 tahun.

Transeksi 
Transeksi adalah gangguan yang disebabkan oleh rusaknya salah satu segmen pada bagian sumsum tulang belakang karena kecelakaan yang menyebabkan benturan keras. Transeksi bisa menimbulkan kematian jika terjadi di bagian dekat kepala, dan kelumpuhan jika terjadi di bagian bawah.

Multiple Sclerosis (Sklerosis Ganda)
Multiple Sclerosis adalah gangguan progresif (semakin hari semakin parah) yang menyerang selubung mielin pada saraf yang terdapat dalam sumsum tulang belakang dan otak akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru. Gejala yang ditimbulkan dari multiple sclerosis yaitu gangguan keseimbangan, gangguan penglihatan, kesemutan, kelelahan kronis, mati rasa, gangguan kognitif,  penurunan fungsi kandung kemih, kejang-kejang dan otot kaku.

Sekian artikel mengenai Sistem Saraf Pada Manusia Lengkap Struktur, Fungsi dan Gangguan dan Gambarnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk mengerjakan tugas maupun untuk sekedar menambah pegetahuan seputar apa itu sistem saraf pada manusia, struktur saraf pada manusia (sel saraf (neuron) dan sel glia), impuls saraf, sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), sistem saraf tepi (sistem saraf somatis dan sistem saraf otonom) serta gangguan pada sistem saraf manusia. Terima kasih atas kunjungannya.

Sistem Saraf Pada Manusia Lengkap Struktur, Fungsi dan Gangguan dan Gambarnya
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Sistem Saraf Pada Manusia Lengkap Struktur, Fungsi dan Gangguan dan Gambarnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel