12 Profil Tokoh Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

Terdapat bermacam tokoh paling berpengaruh di Indonesia sepanjang sejarah sangat banyak dan beragam. Kapabilitas dan kapasitas yang ada berupa intelektualitas, ketegasan, keberanian, karisma, prestasi dan profesionalitas sehingga menjadikannya memiliki pengaruh terhadap kehidupan dan hajat hidup sebagian besar masyarakat Indonesia. Para tokoh berpengaruh tersebut juga sering dijadikan sebagai sumber inspirasi dan idola bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Disamping itu kebanyakan tokoh berpengaruh ini juga berprestasi dan dikenal di dunia internasional. Segala tindak perilaku, ucapan, penampilan dan berbagai aktivitasnya selalu menjadi perhatian serta sorotan berbagai pihak.

Sebagian besar tokoh Indonesia yang paling berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia didominasi oleh mantan presiden Indonesia, tokoh politik serta para pejuang kemerdekaan. Karena jabatan / tanggung jawab yang mereka emban inilah yang banyak berpengaruh dalam sendi kehidupan masyarakat dan bangsa indonesia. berikut pembahasan lebih lengkap mengenai 12 Tokoh Indonesia yang Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah.

12 Profil Tokoh Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

1. Ir. Soekarno

Sukarno / Soekarno / Ir. Soekarno adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945-1966. Sukarno juga merupakan Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno memainkan peranan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda.
Tokoh Indonesia - Ir. Soekarno
Tokoh Indonesia - Ir. Soekarno

Selain sebagai tokoh proklamator dan Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno juga dikenal sebagai pencetus dasar Negara Pancasila, karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan Soekarno pula yang menamainya Pancasila. Tidak hanya itu saja, dia juga adalah seorang orator yang handal dan politikus cerdas yang menguasai delapan bahasa. Tokoh bangsa yang dikenal dengan sapaan Bung Karno ini selalu bisa menggetarkan hati para pendengarnya saat berpidato, oleh karena perannya yang sangat dominan terutama saat awal kelahiran bangsa indonesia maka tak heran jika soekarno termasuk salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia.

Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901. Ia meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Sebelum meninggal Soekarno telah dinyatakan mengidap gangguan ginjal dan pernah menjalani perawatan di Wina, Austria tahun 1961 dan 1964. Prof. Dr. K. Fellinger dari Fakultas Kedokteran Universitas Wina menyarankan agar ginjal kiri Soekarno diangkat, namun Soekarno menolaknya dan lebih memilih pengobatan tradisional

2. Soeharto

Soeharto / Suharto adalah pemimpin besar yang banyak dipuja namun tak sedikit pula yang mencercanya. di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer "The Smiling General" (Sang Jenderal yang Tersenyum) karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka pers dalam setiap acara resmi kenegaraan.
Tokoh Indonesia - Soeharto
Tokoh Indonesia - Soeharto

Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa. Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya selesai setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998, Pengunduran diri ini dilatarbelakangi terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR / MPR oleh ribuan mahasiswa.

Semasa menjadi presiden, Soeharto dijuluki Bapak Pembangunan. Gelar itu tak lepas dari upaya Soeharto menata dan membangun Indonesia. Karenanya, kabinet Soeharto pun disebut Kabinet Pembangunan. Konsep Trilogi Pembangunan yang diusung Soeharto memang membawa bangsa ini pada kejayaan berkali-kali. Sebut saja masa-masa di mana Indonesia bisa mengalami swasembada beras, penekanan inflasi dari 650 persen hingga menjadi 12 persen saja, pembangunan waduk-waduk, jalan tol dan banyak lagi.

Soeharto merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie. Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto dianggap dapat membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. namun disisi lain suharto juga dianggap membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim yang korup.

Suharto lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921. ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun. oleh karena masa perannya yang sanagat lama dalam memimpin bangsa indonesia (selama 32 tahun) maka tak heran jika soeharto termasuk salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia,

3. Moh. Hatta

Mohammad Hatta / Bung Hatta merupakan salah seorang proklamator. Sejak muda, pria kelahiran Bukittinggi, 12 Agustus 1902 dan lulusan Belanda ini sudah dikenal sebagai aktivis dan organisatoris, hingga jadi seorang negarawan yang sering mendampingi Soekarno dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Tokoh Indonesia - Mohammad Hatta
Tokoh Indonesia - Mohammad Hatta

Bung Hatta bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Kemudian Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Selama menjabat sebagai wakil presiden, Hatta aktif menulis dan berbagi ilmu mengenai koperasi. Perannya tersebut membuat beliau dijuluki sebagai Bapak Koperasi. Selain itu karena perannya yang sangat dominan terutama saat awal kelahiran bangsa indonesia maka tak heran jika Bung Hatta termasuk salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia

Mohammad Hatta / Bung Hatta lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, 12 Agustus 1902. Ia meninggal di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun. Setelah wafat, Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Proklamator kepada Bung Hatta pada 23 Oktober 1986 bersama dengan mendiang Bung Karno. Pada 7 November 2012, Bung Hatta secara resmi bersama dengan Bung Karno ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Pahlawan Nasional.

4. Ahmad Dahlan

Muhammad Darwis / Ahmad Dahlan / Kyai Haji Ahmad Dahlan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. K.H Abu Bakar sendiri adalah seorang ulama & khatib tersohor di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan merupakan puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada kala itu.
Tokoh Indonesia - Ahmad Dahlan
Tokoh Indonesia - Ahmad Dahlan

Pada umur 15 tahun, Ahmad Dahlan pergi haji dan tinggal di Mekah selama 5 tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran dan gagasan pembaharu dalam Islam, seperti Al-Afghani, Muhammad Abduh, Ibnu Taimiyah dan Rasyid Ridha. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Selanjutnya Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan tinggal selama 2 tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari KH. Hasyim Asyari, pendiri NU.

Pada 18 Nopember 1912, Ahmad Dahlan pun mendirikan organisasi Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta. Hal tersebut untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Ahmad Dahlan ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal sesuai tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur’an dan al-Hadits. Sejak awal Ahmad Dahlan sudah menetapkan bahwa Muhammadiyah bukan organisasi politik namun bersifat sosial dan bergerak pada bidang pendidikan.

Gagasan pendirian Muhammadiyah oleh Ahmad Dahlan ini juga mendapatkan resistensi, dari keluarga serta dari masyarakat sekitarnya. Bermacam tuduhan, fitnahan dan hasutan datang bertubi-tubi kepadanya. Ahmad Dahlan dituduh hendak mendirikan agama baru yang melanggar agama Islam. Ada yang mengecapnya sebagai kyai palsu karena sudah meniru-niru bangsa Belanda yang Kristen, mengajar di sekolah Belanda, dan bermacam-macam tuduhan lain. Karena saat itu Ahmad Dahlan sempat mengajar agama Islam di sekolah OSVIA Magelang, yang merupakan sekolah khusus Belanda untuk anak-anak priyayi. Ahmad Dahlan sendiri lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868. Ia meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun. Berkat perannya mendirikan Muhammadiyah dimana pada akhirnya organisasi ini sangat membantu kehidupan masyarakat indonesia dalam berbagai bidang, tak heran jika Ahmad Dahlan termasuk salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia.

5. Hasyim Asyari

Hasyim Asyari / Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’arie adalah salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang merupakan pendiri NU / Nahdlatul Ulama, dimana organisasi ini merupakan organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia. Di kalangan ulama pesantren dan Nahdliyin ia dijuluki dengan sebutan Hadratus Syeikh yang berarti maha guru.
Tokoh Indonesia - Hasyim Asyari
Tokoh Indonesia - Hasyim Asyari

K.H. Hasjim Asy'ari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, ia berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Siwalan di Sidoarjo dan Pesantren Kademangan di Bangkalan.

Pada tahun 1892, K.H. Hasjim Asy'ari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi, Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.

Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20. Pada tahun 1926, KH Hasyim Asyari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama. Hasyim Asyari sendiri lahir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, 10 April 1875. Ia meninggal di Jombang, Jawa Timur, 25 Juli 1947 pada umur 72 tahun dan dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang. Berkat perannya mendirikan Nahdlatul Ulama dimana pada akhirnya organisasi ini sangat membantu kehidupan masyarakat indonesia dalam berbagai bidang, tak heran jika K.H. Hasjim Asy'ari termasuk salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam kehidupan bangsa indonesia

6. Jenderal Besar Soedirman

Soedirman / Panglima tentara pertama Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal.
Tokoh Indonesia - Jenderal Besar Soedirman
Tokoh Indonesia - Jenderal Besar Soedirman

Soedirman diangkat sebagai panglima besar pada 18 Desember 1948. Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan Agresi Militer II untuk menduduki Yogyakarta. Soedirman, beserta sekelompok kecil tentara dan dokter pribadinya, melakukan perjalanan ke arah selatan dan memulai perlawanan gerilya selama tujuh bulan. Beliau mengomandoi kegiatan militer di Pulau Jawa, termasuk Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta, yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Baca Juga : 8 Pemberontakan di Indonesia yang Paling Membahayakan

Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Soedirman lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 dan meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun.

7. Ki Hajar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tokoh Indonesia - Ki Hajar Dewantara
Tokoh Indonesia - Ki Hajar Dewantara

Sehingga nama Ki Hajar Dewantara identik dengan dunia pendidikan Indonesia. Bahkan, hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 2 Mei pun diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sampai saat ini bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia.

Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889. Ia meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun. Setelah meninggal Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959).

8. Susilo Bambang Yudhoyono

TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono atau yang populer dengan panggilan SBY merupakan Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004. SBY bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalam Pemilu Presiden 2004 dan berhasil meneruskan pemerintahannya untuk periode kedua dengan berhasil memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. Sehingga, sejak era reformasi dimulai, SBY merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode kedua. Karena kehebatannya, pada tahun 2009 ia terpilih sebagai salah satu dari 100 tokoh Berpengaruh Dunia kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME. Tahun 2005 dia dinobatkan sebagai Bintang Asia (Star of Asia) oleh BusinessWeek.
Tokoh Indonesia - Susilo Bambang Yudhoyono
Tokoh Indonesia - Susilo Bambang Yudhoyono

Sebelum menjadi presiden, SBY merupakan seorang pensiunan militer. Selama di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Sebelum pensiun pada 25 September 2000, Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999. Kemudian pada 10 Agustus 2001 / masa kabinet Gotong Royong pimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri, SBY dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Namun jabatan Menko Polkam ditinggalkannya pada 11 Maret 2004 lantaran SBY merasa tidak dipercaya lagi oleh presiden.

Baca Juga : Arti dan Makna Lambang dan Simbol Negara (Lengkap)

Pada Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. dalam pemerintahannya oleh beberapa pihak SBY dianggap berhasil memperbaiki fundamental makro ekonomi indonesia seperti berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB indonesia, dimana rasio utang indonesia pada masa SBY paling rendah di antara negara-negara G-20. Sementara rasio utang luar negeri dari 2004 hingga 2014 menurun lebih dari 70% dari 27,8% hingga tersisa 7,8%. dari segi infrastruktur, pemerintahan SBY disebut telah membangun 293 waduk, 1.221 embung, dan 7,29 juta hektar irigasi.

SBY lahir di Tremas, Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari silsilah ayahnya dapat dilacak hingga Pakubuwana serta memiliki hubungan dengan trah Hamengkubuwana II. Mengikuti jejak sang ayah SBY pun berkecimpung di dunia kemiliteran.

9. Abdurrahman Wahid

Kyai Haji Abdurrahman Wahid atau yang populer dengan panggilan Gus Dur merupakan tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia keempat (dari tahun 1999 hingga 2001). Gus Dur menjadi presiden ke-4 menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu oleh Kabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Gus Dur dimulai sejak 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli 2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR.
Tokoh Indonesia - Abdurrahman Wahid
Tokoh Indonesia - Abdurrahman Wahid

Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Wahid lahir dalam keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang.

Salah satu peran besar Gus Dur di indonesia adalah beliau dianggap dapat mendamaikan hubungan Islam dengan Pancasila sehingga umat Islam semakin bisa menerima pancasila tanpa ada perseteruan, kemudian beliau juga dianggap berhasilannya membuka pandangan bahwa kemajemukan merupakan sebuah realitas di Indonesia.

Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 dan meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun. Berkat jasanya kepada indonesia Gus Dur mendapat gelar sebagai "Bapak Tionghoa" hal tersebut karena bagi kaum Tionghoa, Gus Dur dianggap telah menghapus kekangan, tekanan dan prasangka negatif terhadap kaum Tionghoa.

10. B.J Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie adalah Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Ia menggantikan Soeharto yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada tanggal 21 Mei 1998. Jabatannya digantikan oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang terpilih sebagai presiden pada 20 Oktober 1999 oleh MPR hasil Pemilu 1999. Dengan menjabat selama 2 bulan dan 7 hari sebagai wakil presiden, dan 1 tahun dan 5 bulan sebagai presiden, Habibie adalah Wakil Presiden dan juga Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
Tokoh Indonesia - Bacharuddin Jusuf Habibie
Tokoh Indonesia - Bacharuddin Jusuf Habibie

Semasa mudanya Habibie pernah bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm, sebuah perusahaan penerbangan yang berpusat di Hamburg, Jerman. dan mencapai puncak karier sebagai seorang wakil presiden bidang teknologi. Pada tahun 1973, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan mantan presiden Suharto. Ia kemudian menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.

Sejak 14 Maret 1998, B.J. Habibie diangkat sebagai Wakil Presiden pada Kabinet Pembangunan VII di bawah Presiden Soeharto. dan kemudian menggantikan Soeharto sebagai Presiden sejak tanggal 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Habibie mewarisi kondisi keadaan negara kacau balau pasca pengunduran diri Soeharto pada masa orde baru, sehingga menimbulkan maraknya kerusuhan dan disintegerasi hampir seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga : Sejarah Lengkap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada era pemerintahannya yang singkat ia berhasil memberikan landasan hukum yang kokoh bagi Indonesia, pada eranya dilahirkan UU Persaingan Sehat atau UU Anti Monopoli, perubahan UU Partai Politik dan yang paling penting ialah UU otonomi daerah. Melalui penerapan UU otonomi daerah inilah gejolak disintegrasi yang diwarisi sejak era Orde Baru berhasil diredam dan akhirnya dituntaskan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, tanpa adanya UU otonomi daerah bisa dipastikan Indonesia akan mengalami nasib layaknya Uni Soviet dan Yugoslavia. selain itu B.J. Habibie dianggap berhasil menerapkan independensi Bank Indonesia sehingga lebih fokus mengurusi perekonomian. Untuk menyelesaikan krisis moneter dan perbaikan ekonomi Indonesia.

Setelah tidak menjabat di pemerintahan, B.J. Habibie tetap berusaha membangun indonesia, misalnya ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasihat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center.

11. Pangeran Diponegoro

Diponegoro / Pangeran Diponegoro dikenal karena memimpin Perang Diponegoro di Jawa pada kurun waktu 1825-1830, yang tercatat sebagai perang dengan korban paling banyak dalam sejarah Indonesia. Selama lima tahun, perang terbuka terjadi di sejumlah daerah utam di hampir seluruh Pulau Jawa. Belanda pun sempat kesulitan menaklukkan Pangeran Diponegoro, dimana ribuan serdadu mereka menjadi korban dan menyebabkan kerugian 20 juta gulden.
Tokoh Indonesia - Diponegoro
Tokoh Indonesia - Diponegoro

Pangeran Diponegoro adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwana III, raja ketiga di Kesultanan Yogyakarta. Lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta dengan nama Mustahar dari seorang selir bernama R.A. Mangkarawati, yaitu seorang garwa ampeyan (istri selir) yang berasal dari Pacitan. Semasa kecilnya, Pangeran Diponegoro bernama Bendara Raden Mas Antawirya. Pangeran Diponegoro meniggal di Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 pada umur 69 tahun.

12. Raden Ajeng Kartini

Raden Adjeng Kartini / Raden Ayu Kartini merupakan Salah seorang pahlawan nasional perempuan ini telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk memperjuangkan kesetaraan hak kaumnya dan dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. meskipun RA Kartini sendiri merupakan seorang perempuan ningrat namun memiliki pemikiran moderat

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Tokoh Indonesia - Raden Adjeng Kartini
Tokoh Indonesia - Raden Adjeng Kartini

Berkat kegigihannya pada 1912 didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang, yang kemudian didirikan pula di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya". Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

Raden Adjeng Kartini / Raden Ayu Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879. Ia meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904 pada umur 25 tahun. untuk mengenang perjuangannya, tanggal lahirnya pada 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.


Sekian Artikel mengenai 12 Profil Tokoh Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah, sejati masih banyak lagi tokoh indonesia yang memiliki pengaruh kuat dan layak dimasukkan dalam daftar ini, namun karena beberapa pertimbangan kami hanya memasukkan 12 Tokoh Indonesia diatas. semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi sobat baik untuk menambah ilmu, mengerjakan tugas, maupun untuk sekedar menambah wawasan tentang biografi tokoh indonesia, tokoh inspiratif indonesia, biografi tokoh dan tokoh indonesia. Seandainya sobat menemukan kesalahan baik dari segi penjelasan maupun penulisan, mohon kritik dan saran yang membangun untuk kemajuan dan kebaikan bersama. Akhir kata, Terimakasih atas kunjungannya.


12 Profil Tokoh Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah
MARKIJAR : MARi KIta belaJAR


Suka dengan artikel kami ? Tidak ada salahnya untuk berlangganan artikel terbaru dari MARKIJAR.Com langsung via email mu :

0 Response to "12 Profil Tokoh Indonesia Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah"

Post a Comment