16 Keutamaan di Bulan Ramadhan

Keutamaan di Bulan Ramadhan - Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebab di Bulan ini setiap amalan yang kita lakukan akan dilipat gandakan pahalanya disisi Allah SWT. Oleh karenanya kita sebagai umat muslim janganlah sampai melewatkan kemuliaan yang ada dibulan ramadhan dengan kegiatan yang sia-sia, agar lebih termotivasi menjalani bulan ramadhan dan lebih memahami makna bulan ramadhan itu sendiri, mari kita pelajari bersama salah satu Kemuliaan dan Keutamaan di Bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan, Puasa Ramadhan, Puasa, Menyambut Ramadhan, Keutamaan Bulan Ramadhan
Keutamaan di Bulan Ramadhan

Di antara Banyaknya kemuliaan dan keutamaan di Bulan Ramadhan, berikut 16 Keutamaan diantaranya:

1. Bulan Diturunkannya Al-Quran (Lailatul Qadr)

Bulan Ramadhan merupakan bulan dimana kitab suci Al-Qur’an pertamakali diturunkan. Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 185:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

Di ayat lain (QS. Al-Qadar: 1) Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam qadar.”

Itu sebabnya bulan Ramadhan dijuluki dengan nama syahrul quran (bulan Al-Quran). Pada setiap bulan Ramadhan pula Rasulullah saw selalu bertadarus (berinteraksi) dengan Al-Quran, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ibnu Abbas r.a.

"Maka, pada bulan Ramadhan ini kita digalakkan untuk memperbanyak berinteraksi dengan Al-Quran, dengan cara membacanya, memahami dan mentadabburi maknanya, menghafal dan mempelajarinya, serta mengamalkannya." (HR. Bukhari)

2. Pahala Amal Sholeh Yang Berlipat Ganda

Sebagai seorang muslim pada bulan ramadhan kita akan mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda sampai sebanyak 70 kali lipat, sebagaimana terdapat dalam Hadist:

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

3. Bulan Pernuh Keberkahan

Pada Bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk kembali ke jalan yang baik dan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. seperti yang terdapat pada hadits dibawah ini:

“Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah. Allah mewajibkan kamu berpuasa, karena dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu syaitan- syaitan, serta akan dijumpai suatu malam yang nilainya lebih berharga dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikannya, sungguh tiadalah ia akan mendapatkan itu untuk selama-lamanya.” (HR Ahmad, An-Nasa’l, dan Baihaqi).

Khutbah Rasululah SAW pada akhir bulan Sa`ban:
“Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah datang. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan." (HR. Bukhori dan Muslim).

Tidak hanya keberkahan menuai pahala, namun banyak keberkahan lainnya. Dari aspek ekonomi, Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya. Pada bulan ini seorang muslim dianjurkan untuk berinfaq dan bersedekah kepada yang membutuhkan. dan diwajibkan membayar zakat fitrah.

4. Ramadhan Bulan Pengampunan Dosa (Maghfirah)

Pada bulan Ramadhan seorang muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya, bahkan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan seorang muslim suci kembali bagaikan bayi yang baru lahir. Sesuai Hadist dibawah ini:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari)


الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ، إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Begitu pula dengan melakukan shalat malam seperti tarawih, witir dan tahajud pada bulan Ramadhan dapat menghapus dosa yang telah lalu, sebagaimana sabda Nabi saw:
”Barangsiapa yang berpuasa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat malam) dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah Swt, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Pada Bulan Ramadhan pintu-pintu surga terbuka dan pintu-pintu neraka tertutup serta syaithan-syaithan diikat

“Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR. Muslim dan Muslim)


إِذَا كَانَ أَوَّلُ لَيلَةٍ من شَهرِ رَمضَانَ صُفَّدتِ الشَّياطينِ ومَردَةُ الجنِّ وغُلِّقتْ أَبوابُ النِيرانِ فلَمْ يُفتَحْ منها بابٌ وفُتِّحتْ أَبوابُ الجنَّةِ فلَمْ يُغلَقْ منها بابٌ ويُنَادِي مُنَادٍ يا بَاغِيَ الخيرِ أَقبِلْ ويا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقصِرْ. ولله عُتَقَاءٌ من النَّارِ وذَلكَ كُلَّ لَيلَةِ
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu surga hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melakukan kejahatan! mundurlah kamu”. Akan terdapat orang-orang yang bakal dibebaskan Allah dari api neraka. Hal demikian itu berlaku pada setiap malam (di sepanjang Ramadhan).” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.)

6. Bulan Ramadhan adalah sarana bagi seorang muslim untuk berbuat kebaikan dan mencegah maksiat.

Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila tiba malam pertama Ramadhan akan diikat segala syaitan dan jin-jin yang sesat, ditutup segala pintu neraka hingga tidak ada satu pintu pun yang dibuka, dibuka segala pintu surga hingga tidak ada satu pintupun yang ditutup. Seorang penyeru (yakni Malaikat) akan berseru; “Wahai orang yang mengejar kebaikan! Tampillah kamu. Wahai orang yang ingin melakukan kejahatan! mundurlah kamu.” (HR At-Tirmizi, Baihaqi dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah r.a.).
Para pelaku maksiat akan merasa dipersempit ruang geraknya di Bulan Ramadhan. Karena, pada bulan Ramadhan mereka harus menahan nafsunya. Terlebih lagi para syaithan yang menjadi guru para pelaku maksiat dibelenggu pada bulan Ramadhan. Begitu pula nafsu yang menjerumuskan manusia ke neraka juga dikekang dengan ibadah puasa, karena Bulan Puasa merupakan penahan nafsu dan maksiat sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Puasa itu Junnah (penahan nafsu dan maksiat).” (HR. Ahmad, Muslim dan An-Nasa’i)

Meskipun demikian, jika perbuatan maksiat masih terjadi pada bulan Ramadhan, maka penyebabnya ada tiga:
Pertama, para pelaku maksiat pada bulan ini adalah murid syaithan. Mereka telah dilatih untuk berbuat maksiat sehingga perbbuatan tersebut menjadi suatu kebiasaan.

Kedua, puasa yang dilakukan oleh pelaku maksiat itu tidak benar (tidak sesuai dengan tuntunan Rasul SAW). Karena jika ia berpuasa dengan benar, maka puasanya pasti dapat mencegah perbuatan maksiat.

Ketiga, nafsunya telah menguasai dan menyandera dirinya. Puasa sesungguhnya tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, namun juga menahan diri dari nafsu dan maksiat baik berupa ucapan maupun perbuatan. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila pada bulan Ramadhan masih ada orang-orang yang berbuat maksiat.

7. Lima anugerah khusus Allah untuk umat Muhammad di bulan Ramadhan

أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَاْنَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِيْ: أَمَّا الوَاْحِدَةُ فَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَاْنَ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِمْ وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا، وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفُ أَفْوَاْهُهُمْ حِيْنَ يُمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ، وَأَمَّا الثَّاْلِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، وَأَمَّا الرَّاْبِعَةُفَإِنَّ اللهَ تعالى يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا: اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيَّنِيْ لِعِبَاْدِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِيْحُوْا مِنْ تَعَبِ الدُّنْيَا إِلَى دَاْرِي وَكَرَامَتِيْ، وَأَمَّا الْخَاْمِسَةُفَإِنَّهُ إِذَا كَاْنَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا، فَقَاْلَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: أَهِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ؟ قَالَ: لاَ أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ يَعْمَلُوْنَ فَإِذَا فَرِغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وُفُّوْا أُجُوْرَهُمْ.

“Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku, yaitu; Di permulaan Ramadhan Allah akan melihat kepada umatku. Sesiapa Allah melihat kepadanya niscaya ia tidak akan diazab selama-lamanya. Bau mulut mereka (yang berpuasa) ketika petang hari lebih wangi di sisi Allah dari bau kasturi.

Malaikat akan memohon ampun untuk mereka di sepanjang hari. Allah menyuruh surga supaya bersiap-sedia dengan berkata kepadanya; “Bersiaplah kamu dan berhiaslah untuk hamba-hambaKu. Mereka hampir datang untuk beristirahat dari kepayahan dunia menuju ke rumahKu dan kemuliaanKu”.

Pada akhir malam bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa mereka. Seorang lelaki dari sahabat Rosulullah bertanya; Apa itu malam Qodar ya Rosulullah ? Nabi menjawab : Tidak ! Apakah engkau tidak melihat kepada pekerja-pekerja yang berkerja. Apabila mereka telah selesai dari pekerjaan mereka, niscaya disempurnakan upah-upah mereka."
(Riwayat Imam Ahmad, al-Bazzar dan al-Baihaqi dari Jabir r.a.)

8. Ramadhan bulan itqun minan nar (pembebasan dari Api neraka).

Setiap malam di bulan Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba yang dikehendaki dari api neraka. seperti yang disabdakan Rasulullah SAW:
“Dan Allah membebaskan orang-orang dari api neraka pada setiap malam.” (HR. At-Tirmizi, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).

9. Bulan yang Mendidik untuk Mencapai Ketaqwaan

Menahan haus, lapar dan amarah merupakan jalan menuju sifat-sifat sabar yang taqwa. Itulah mengapa berpuasa sebulan penuh pada Bulan Ramadhan dapat membimbing kita mencapai ketawaan. Sesuai dalam surat Al-Quran yang artinya:

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al Baqarah 183)

10. Puasa Ramadhan

Pada masa Rasulullah SAW ada 2 orang dari bani Qudha’ah yang masuk islam, kemudian salah seorang dari mereka mati syahid, sementara yang satunya wafat setahun kemudian, kemudian sahabat bernama Thalhah bin Ubaidillah berkata: aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang wafat setahun kemudian tersebut masuk surga, akupun terheran – heran, maka tatkala pagi hari aku memberitahu Rasulullah, dan beliaupun bersabda:

"bukankah setelah itu (dalam waktu setahun) ia berpuasa Ramadhan, shalat enam ribu rakaat atau shalat sunnah beberapa rakaat ?." (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Albani)

11. Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat

Bau mulut yang ddimaksut bukan dari bau mulut, akan tetapi berasal dari lambung yang kosong. Uap akibat perut yang kosong naik ke atas sehingga menyebabkan bau mulut. Ibnu Rajab Rahimahullah berkata:

"Bau yang naik berupa uap karena kekosongan lambung dari makanan ketika puasa. Bau yang tidak disukai oleh penciuman manusia di dunia. Akan tetapi baik di sisi Allah karena muncul dari ketaatan dan mencari keridhaan Allah. Sebagaimana darah orang yang syahid akan datang pada hari kiamat, warnanya warna darah tetapi baunya bau misk.” (Dinukil dari nida’ur rayyan fi fiqhi shaum, sumber: http://kanadeelfkr.com/vb/showthread.php?t=17739)
Bahkan ketika berpuasa Rasulullah SAW sering membersihkan gigi dengan siwak. Sahabat berkata:
“Aku pernah melihat Nabi SAW bersiwak beberapa kali hingga tidak dapat kuhitung banyaknya, meskipun saat itu beliau sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 725 dan Ahmad 3/445)

Demikianlah karena membersihkan gigi banyak keutamaannya Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya perintahkan mereka untuk gosok gigi setiap hendak shalat.” (HR. Bukhari, no. 887)

“Bersiwak bisa membersihkan mulut dan mendatangkan ridha Allah.” (HR. Nasa’i dan dishahihkan al-Albani)

Ada sebuah hadits shohih yang sering diperdengarkan ketika telah memasuki Bulan Ramadhan. Hadits tersebut diriwayatkan dari sahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu:
"Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah pada hari qiyamat dari pada wangi kasturi.” (HR. Bukhori no. 1904 dan Muslim no. 1151)

12. Memasuki Surga Melalui Pintu Ar-Rayyan

"Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari qiyamat kelak. Tidak masuk bersama mereka seorangpun selain mereka. Diumumkan: Di manakah orang yang berpuasa? Maka mereka pun masuk melaluinya (pintu Ar-Rayyan). Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, ditutup (pintu itu) maka tiada lagi orang lain yang akan memasukinya." (HR. Bukhori dan Muslim)

13. Terdapat Malam Lailatul Qadar

Malam 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan waktu yang diantaranya terdapat malam Lailatul Qadar, dimana pada malam tersebut alangkah baiknya diisi dengan doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun pada umat Islam di malam Lailatul Qadar.


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

Rasulullah SAW bersabda:
“Pada bulan Ramadhan ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang dihalangi kebaikannya padanya, maka rugilah dia.” (H.R. Ahmad,An-Nasa’i & Baihaqi).

Maka kita sangat digalakkan untuk mencari malam lailatul qadar ini dengan i’tikaf, khususnya pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, mengikuti perbuatan Rasulullah SAW.

Aisyah r.a berkata:
“Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir (dari bulan Ramadhan), Nabi SAW menghidupkan waktu malam beliau, membangunkan keluarga beliau untuk beribadah, dan mengencangkan ikat pinggang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Walaupun surah di atas tidak menjelaskan dimana munculnya malam al-Qadar, namun Rasulullah SAW bersabda;

تحرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاْخِرِ مِنْ رَمَضَاْنَ
“Carilah lailatul-Qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (Riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Saidatina Aisyah r.a.)

14. Dijarakkan Wajahnya Dari Neraka

"Tidaklah seseorang hamba berpuasa pada suatu hari di jalan Allah (sabiliLlah), melainkan kerananya Allah menjarakkan pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh 70 musim luruh." (HR. Muslim)

15. Bulan Ramadhan merupakan Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan." (HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.)

“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizholimi.” (HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

16. Bulan kegembiraan bagi pecinta kebaikan

Sahabat Arfah pernah berkata:
"Suatu ketika aku berada di rumah Uthbah bin Farqad, kebetulan ia sedang membicarakan puasa Ramadhan, lalu masuk seorang laki-laki, salah seorang sahabat Nabi SAW. Melihat laki-laki itu Uthbah menaruh hormat padanya dan diam.

Tamu itupun menyampaikan hadis tentang Ramadhan, la berkata, ’Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda tentang Ramadhan, "Pada bulan itu pintu-pintu neraka ditutup, dibuka pintu-pintu surga dan dibelenggu syaitan-syaitan." Rasu¬lullah saw. mengulas lagi, "Dan seorang malaikat akan berseru: ’Hai pecinta kebaikan, bergembiralah! Hai pecinta kejahatan, hentikanlah! Sampai Ramadhan berakhir’." (HR Ahmad, dan An- Nasa’i).




Sekian 16 Keutamaan di Bulan Ramadhan, Orang yang tahu keutamaan di Bulan Ramadhan sudah pasti tidak akan mensia-siakan peluang untuk merebut Keutamaan tadi. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menegaskan;

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي هَذَا الشَّهْرِ مِنَ الْخَيْرَاْتِ لَتَمَنَّوْا أَنْ يَكُوْنَ رَمَضَاْنُ اَلسَّنَةَ كُلَّهَا
“Sekiranya manusia benar-benar menyedari kebaikan-kebaikan yang ada di bulan Ramadhan ini, pastinya mereka akan mengharapkan supaya sepanjang tahun adalah Ramadhan.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Dalam riwayat lain:
“Nabi saw sangat giat beribadah pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) melebihi ibadah beliau pada hari-hari lainnya.” (HR.Muslim)

Mengingat berbagai keutamaan yang ada dalam Bulan Ramadhan, maka sangat disayangkan bila Ramadhan datang dan berlalu meninggalkan kita begitu saja, tanpa ada usaha maksimal dari kita untuk berlomba-lomba melakukan ibadah dan amal baik.

Celakanya, bila Bulan Ramadhan yang seharusnya diisi dengan memperbanyak ibadah diganti dengan ajang maksiat. dalam hal ini Rasulullah saw telah memberi peringatan dalam sabdanya:

“Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad, Siapa yang menjumpai bulan Ramadhan, namun setelah bulan ini habis dan tidak mendapat ampunan, maka ia masuk Neraka. Semoga Allah menjauhkannya. Katakan Amin! Aku pun mengatakan Amin!." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda,
“Celakalah bagi orang yang masuk pada bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum ia diampuni.” (HR. At-Tirmizi, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi).


Tag: Bulan Ramadhan , Puasa Ramadhan , Puasa , Menyambut RamadhanKeutamaan Bulan Ramadhan.


16 Keutamaan di Bulan Ramadhan
MARKIJAR: MARi KIta belaJAR

Suka dengan artikel kami ? Tidak ada salahnya untuk berlangganan artikel terbaru dari MARKIJAR.Com langsung via email mu :

0 Response to "16 Keutamaan di Bulan Ramadhan"

Post a Comment